www.riau12.com
Minggu, 23-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Warga Kuala Merbau Gempar, 21 WNA Bangladesh Terdampar di Pantai Beting Beras, Diduga Penyeludupan ke Selat Malaka
Selasa, 04-02-2025 - 10:48:07 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-SELATPANJANG - Ketenangan warga Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, terusik pada Selasa (4/2/2025) dini hari.

Sebanyak 21 warga negara asing (WNA) berkebangsaan Bangladesh ditemukan terdampar di Pantai Beting Beras. Kehadiran mereka, yang seluruhnya laki-laki dewasa, sontak membuat warga kaget dan segera berinisiatif mengamankan mereka ke halaman kantor desa.

Begitu mendapat laporan dari masyarakat, aparat desa bersama warga segera memastikan kondisi para WNA tersebut. Tak lama kemudian, personel dari Kepolisian Sektor Tebingtinggi Barat dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan mengumpulkan informasi mengenai keberadaan mereka.

Menurut Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan melalui Iptu Iskandar Novianto, terdamparnya WNA pencari suaka ini merupakan kejadian pertama kali di Kepulauan Meranti. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan perempuan maupun anak-anak di antara mereka, berbeda dengan kejadian serupa di wilayah lain.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa para WNA ini dijemput oleh dua tekong lokal berinisial MP, warga Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir dan SY, warga Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat. Dimana ada seorang penanggungjawab berinisial D.

Keduanya berangkat dari Kedabu Rapat menuju Pelabuhan Buton, Kabupaten Siak, pada Senin (3/2/2025) pukul 19.00 WIB.

Setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam, mereka tiba di Buton pada pukul 00.00 WIB dan menjemput 21 WNA tersebut. Namun, rencana perjalanan mereka ke Kedabu Rapat berujung gagal setelah speedboat yang mereka tumpangi terdampar di Pantai Beting Beras sekitar pukul 04.00 WIB setelah diterjang ombak dan angin kencang dan mengalami kerusakan parah.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa semua WNA ini memiliki paspor sebagai identitas resmi. Namun, akibat insiden di laut, hanya 15 paspor yang berhasil diselamatkan, sementara 6 lainnya hilang terbawa arus.

Lebih lanjut, Iptu Iskandar Novianto, menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami kasus ini untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab di balik upaya penyelundupan ini.

"Para WNA ini memiliki paspor, namun dalam perjalanan sebagian dokumen mereka hilang akibat insiden di laut. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan tujuan mereka sebenarnya," ujar Iptu Iskandar.

Terungkap fakta baru. Dari informasi yang beredar, para WNA ini diduga berencana menuju Malaysia melalui jalur laut ilegal di Selat Malaka.

Selat Malaka selama ini dikenal sebagai jalur perlintasan strategis yang sering digunakan untuk penyelundupan manusia. Jarak antara Desa Kedabu Rapat di Kepulauan Meranti dengan Malaysia tidak terlalu jauh jika ditempuh menggunakan speedboat, sehingga menjadi rute favorit bagi imigran gelap yang ingin masuk ke negeri jiran tanpa dokumen resmi.

Kehadiran para pencari suaka ini menambah daftar panjang peristiwa pengungsi yang mencoba mencapai tempat tujuan melalui jalur laut yang berisiko. Hingga kini, pihak kepolisian dan instansi terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui tujuan akhir mereka serta kemungkinan adanya jaringan penyelundupan manusia di balik kejadian ini.

Sementara itu, warga Kuala Merbau yang awalnya terkejut kini mulai beradaptasi dengan keberadaan para WNA tersebut dan juga sudah diberikan makanan seraya menunggu kebijakan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Penyelundupan manusia melalui Selat Malaka bukanlah fenomena baru. Banyak pencari suaka dari Asia Selatan dan Timur Tengah memilih jalur ini untuk masuk ke Malaysia demi kehidupan yang lebih baik. Namun, perjalanan ilegal ini penuh risiko, termasuk ancaman tenggelam, perdagangan manusia, dan eksploitasi oleh sindikat kriminal.

Terdamparnya 21 WNA Bangladesh di Kepulauan Meranti menjadi peringatan bahwa jalur gelap menuju Malaysia masih aktif digunakan. Aparat berwenang kini bekerja keras untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, seraya menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam praktik ilegal ini.

Insiden ini menimbulkan dugaan adanya jaringan penyelundupan manusia yang beroperasi di sekitar perairan Riau. Polres Kepulauan Meranti bersama pihak terkait dalam hal ini. Kantor Imigrasi Selatpanjang tengah menyelidiki apakah para tekong ini hanya bertindak sebagai pengantar atau bagian dari sindikat perdagangan manusia yang lebih besar. (***)

Sumber: Halloriau



 
Berita Lainnya :
  • Warga Kuala Merbau Gempar, 21 WNA Bangladesh Terdampar di Pantai Beting Beras, Diduga Penyeludupan ke Selat Malaka
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved