Riau12.com-PEKANBARU – Aktivitas lalu lintas di ruas jalan Tanjung Samak - Repan masih sepi. Maklum, ini masih terlalu dini bagi masyarakat sekitar untuk beraktivitas di luar. Embun pagi pun masih menetes, hanya beberapa kendaraan roda dua yang meraung, memecah kesunyian pagi.
Sepeda motor dengan sebuah keranjang adalah pemandangan biasa di pagi buta di Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Terutama bagi para pedagang di pulau terluar tersebut yang mengejar waktu untuk berbelanja ke pasar.
Salah satu di antara pengendara motor itu adalah Safri. Raungan mesin motornya tidak bisa panjang. Tersendat-sendat, sebab ia lebih sering menginjak pedal rem. Baru hendak memacu motornya sudah ketemu lobang lagi.
Meski sudah berupaya hati-hati mengendarai sepeda motor, apalagi jarak pandang masih terbatas. Laki-laki 47 tahun itu pun akhirnya tak mampu mengendalikan motor bebeknya usai menabrak lobang yang menganga. Tubuhnya terpental ke semak-semak beruntung hanya keranjangnya yang penyok.
Dengan tangan dan lutut kirinya sedikit tergores, Safri tetap melanjutkan perjalanan. Mengingat masih jauh perjalanan yang harus ditempuh dan bisa memakan waktu tidak kurang dari 2 jam perjalanan.
"Itu kejadian beberapa tahun lalu, saat jalan penghubung desa ini masih rusak parah. Sepeda motor dengan keranjang ini pernah terbalik akibat nabrak lubang jalan yang menganga. Untung saja tak luka parah," kenang Safri saat berbincang-bincang Rabu (18/12/2024).
Kini, jalan rusak itu tidak punya lobang yang menganga lagi. Kondisi jalan bagus ini adalah mimpi masyarakat yang menjadi kenyataan. Mereka bersyukur, karena kini sudah bisa melintas dengan nyaman di jalan tersebut.
"Alhamdulillah, sekarang jalan kampung kami sudah bagus. Sangat bermanfaat tentunya, terlebih bagi pedagang seperti saya yang sering bolak-balik ke pasar untuk belanja barang dagangan. Karena dengan jalan bagus waktu tempuh jadi lebih singkat," ucapnya.
Pulau Rangsang, yang selama ini terisolasi dan minim infrastruktur, kembali mendapat perhatian. Mimpi masyarakat untuk memiliki jalan yang mulus perlahan terwujud melalui upaya pemerintah khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Meranti.
Desa-desa di pinggiran seringkali terlupakan, namun kini Pemkab Kepulauan Meranti tengah berjuang agar infrastruktur dasar di wilayah terluar seperti Kecamatan Rangsang dapat terpenuhi.
Warga pun menyambut gembira rencana ini. Selama puluhan tahun, mereka merasakan sulitnya akses akibat jalan yang rusak, tetapi kini, dengan proyek yang akan dilaksanakan, senyum kembali melebar di wajah mereka.
Pulau Rangsang, yang merupakan salah satu pulau perbatasan Indonesia, perlahan mendapat sentuhan pembangunan dari dana pusat. Meskipun tidak ada ruas jalan nasional di sana, l pemerintah pusat telah memberikan perhatian khusus untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah ini. Wilayah perbatasan yang selama ini terabaikan perlahan-lahan mengejar ketertinggalan.
Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko menyebutkan bahwa pihaknya terus berupaya merebut anggaran dari pusat untuk memperbaiki kondisi infrastruktur di Kepulauan Meranti, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Tim Dinas PUPR Kepulauan Meranti juga melakukan pengecekan terhadap proyek peningkatan Jalan Tanjung Samak - Repan (segmen Penyagun - Repan), yang dibangun dengan tekstur hotmix. Proyek ini didanai oleh DAU Spesifik tahun 2024 sebesar Rp13.287.543.500 dan dengan menggunakan anggaran DAK Penugasan 2024 sebesar Rp10.782.897.500.
Pada tahun 2025, pembangunan akan berlanjut dengan anggaran DAK sebesar Rp36.277.455.000 untuk mengerjakan jalan sepanjang 8,7 kilometer yang melintasi Desa Gemala Sari. Jalan sepanjang 31,85 kilometer ini sebelumnya telah menghubungkan enam desa di Kecamatan Rangsang, yakni Tanjung Samak, Wonosari, Teluk Samak, Gemala Sari, Penyagun, dan Repan.
Jalan itu juga terkoneksi dengan ruas yang sudah dihotmix sebelumnya, tepatnya di Tanjung Samak, ibukota Kecamatan Rangsang. Di Tanjung Samak sepanjang 3,3 kilometer yang dibangun pada tahun 2021 dengan menggunakan anggaran DAK sebesar Rp13 miliar. Proyek tersebut dilanjutkan pada tahun 2022 dengan DAK Reguler sebesar Rp30.216.207.000 dan anggaran DAK Penugasan 2023 sebesar Rp16.562.431.000.
Pembangunan ruas Jalan Tanjung Samak - Repan yang melewati Desa Penyagun dengan hotmix itu bertujuan untuk mendukung akses menuju Rumah Sakit Pratama yang sedang dibangun pada tahun ini. Proyek rumah sakit ini didanai oleh DAK fisik bidang kesehatan sebesar Rp45 miliar.
Dijelaskan Fajar, bahwa peningkatan jalan ini sangat penting untuk memperlancar akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan yang lebih baik. "Ruas Jalan Tanjung Samak - Repan yang dibangun dengan hotmix akan mendukung akses menuju Rumah Sakit Pratama," ujarnya.
Penanganan infrastruktur jalan di Pulau Rangsang menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bukan tanpa alasan, mengingat kondisi jalan di pulau tersebut termasuk yang terparah di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Pulau yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka ini juga menjadi garda terdepan NKRI berhadapan dengan Malaysia dan Singapura.
Pemkab Kepulauan Meranti menyadari bahwa keterpurukan infrastruktur dasar di Pulau Rangsang harus segera dituntaskan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memulai program "Merangkai Pulau" dari sini, yang meliputi tiga kecamatan Rangsang, Rangsang Pesisir, dan Rangsang Barat.
Setelah perbaikan infrastruktur di Pulau Rangsang selesai, program serupa akan dilanjutkan di kecamatan lain seperti Pulau Merbau dan Tebingtinggi Timur. Sementara itu, perbaikan infrastruktur di kecamatan-kecamatan lainnya di Kepulauan Meranti juga akan terus dilakukan secara berkala.
"Kami akan membangun infrastruktur secara merata di seluruh kecamatan, tetapi untuk kerusakan parah, kami akan fokuskan lebih dulu. Program merangkai Pulau dimulai dari sini," ujarnya lagi.
Pihaknya, diakui Fajar juga telah melakukan monitoring dalam pemetaan jalan yang akan dibangun setelah Kepulauan Meranti menjadi kabupaten yang menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025, paling besar diantara semua daerah penerima DAK di Indonesia dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp73.399.447.000.
Fajar juga menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk dua ruas jalan utama. Ruas Jalan Tanjung Samak - Tanjung Kedabu mendapat alokasi Rp37.005.455.000, dengan tema "Jalan Pelayanan Dasar" yang mendukung konektivitas daerah. Sementara itu, ruas jalan Tanjung Samak - Repan mendapat anggaran Rp36.277.455.000 untuk mendukung penguatan kawasan sentra produksi pangan, termasuk pertanian, perikanan, dan hewan ternak.
Dengan proyek pembangunan ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih baik. Pembangunan ini juga diproyeksikan akan memperkuat konektivitas antar wilayah serta memacu pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di sektor produksi pangan.
Peningkatan infrastruktur jalan dengan dukungan anggaran DAK itu juga diperkuat dengan Dana Alokasi Umum (DAU) Spesifik tahun 2025 sebesar Rp40.545.083.000, di mana anggaran ini juga akan difokuskan pada perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak parah.
Salah satu proyek utama yang akan segera dikerjakan adalah perbaikan ruas jalan Tanjung Samak - Tanjung Kedabu sepanjang 14 kilometer. Penanganan sepanjang 4 kilometer pertama menggunakan DAK senilai Rp37.005.455.000 dengan metode hotmix, menghubungkan dengan ruas yang sudah dilakukan base sebelumnya di Desa Tanjung Bakau hingga melewati Kantor Desa Tanjung Medang.
Kemudian, sisanya sepanjang 10 kilometer akan ditangani menggunakan DAU Spesifik senilai Rp25 miliar dengan bahan query waste (base C) setebal 15 cm, sesuai manual desain perkerasan (MDP) jalan 2024. Proyek ini ditargetkan selesai hingga mencapai Pos Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Sungai Gayung Kiri.
Fajar Triasmoko kembali menegaskan bahwa metode base dengan bahan query waste dipilih untuk menjaga ketahanan jalan, mengingat kondisi tanah di Kepulauan Meranti yang rentan. Sistem ini diharapkan mampu memperbaiki fungsionalitas jalan agar memudahkan akses lalu lintas masyarakat, sebelum peningkatan kualitas jalan lebih lanjut.
"Konsep ini mengejar fungsionalitas terlebih dahulu, dengan harapan masyarakat dapat merasakan manfaatnya terlebih dahulu, sementara peningkatan kualitas akan lebih mudah dilakukan ke depannya," ucapnya.
Selanjutnya Dinas PUPR telah merencanakan kelanjutan pembangunan ruas Jalan Tanjung Kedabu hingga Desa Telesung di Kecamatan Rangsang Pesisir pada tahun 2026 sepanjang 10 kilometer yang terkoneksi dengan base sepanjang 5 kilometer di Desa Tanjung Kedabu yang dikerjakan tahun 2023 lalu.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Meranti untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas di wilayah pesisir yang selama ini kerap terisolasi akibat infrastruktur yang minim.
Dibeberkan Fajar pula, perkembangan kondisi jalan tanah mengalami pengurangan sebesar 36,4 persen pertahun, karena perbaikan jalan dalam pengerasan dengan kerikil tumbuh sebesar 32,6 persen pertahun, dan hotmix 5,32 pertahun.
Adapun kondisi jalan kabupaten di Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2023, panjang ruas jalannya sesuai SK yakni kondisi lama sepanjang 929.412 kilometer dengan jumlah ruas Jalan 282 ruas, dalam kondisi baik 108,510 kilometer (11,68 persen, kondisi sedang 261,001 Kilometer (28,08 persen), kondisi rusak ringan 444,308 kilometer (47,80 persen), kondisi rusak berat 115,593 kilometer (12,44 persen) dan kondisi mantap yakni baik ditambah sedang 369,511 kilometer (39,75 persen).
Sesuai dengan surat keputusan (SK) tahun 2024, kondisi baru sepanjang 710,611 kilometer. Hanya saja kondisi rusak ringan berkurang menjadi 239,799 kilometer atau 33,75 persen dan rusak berat menjadi 101,301 kilometer atau 14,26 persen.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Pratama merupakan wujud komitmen Pemkab Kepulauan Meranti dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan untuk mempermudah dan mendekatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
"Walaupun dalam masa pemerintahan yang singkat, tapi kami bertekad untuk melakukan sesuatu yang nyata untuk masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan Rumah Sakit Pratama di Rangsang," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Rumah Sakit Pratama itu dipandang penting untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah kecamatan yang jauh dari ibukota kabupaten.
Terwujudnya pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Rangsang berkat kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintahan kabupaten hingga pemerintah pusat. Sampai akhirnya Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi daerah terpilih untuk pembangunan Rumah Sakit Pratama dan tak banyak daerah yang bisa mendapatkan.
"Untuk bisa dapat pembangunan rumah sakit ini butuh upaya yang luar biasa. Butuh banyak dukungan hingga akhirnya pembangunan rumah sakit ini bisa dibawa ke Kabupaten Kepulauan Meranti. Banyak daerah yang berharap, Alhamdulillah Kepulauan Meranti yang dapat," ungkapnya.
Asmar juga mengakui bahwa dalam 16 tahun perjalanan, tepatnya 19 Desember 2008 - 19 Desember 2024, Kepulauan Meranti telah menghadapi berbagai tantangan dan dinamika. Dia menekankan pentingnya persatuan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan stakeholders untuk membawa Kabupaten Kepulauan Meranti menuju masa depan yang lebih baik.
"Mari kita jadikan hari jadi ini sebagai momentum strategis untuk bergerak bersama, membangun Meranti menjadi negeri yang maju, cerdas, dan bermartabat," ajaknya dengan penuh semangat saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-16 Kepulauan Meranti, 19 Desember 2024.
Ungkapan yang sama juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali. Menurutnya, lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti bukanlah proses yang mudah, tetapi hasil dari kerja keras, pengorbanan waktu, tenaga, dan harta dari para pejuang pemekaran. Untuk itu, mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan penghormatan dan doa bagi para pejuang yang telah berpulang maupun yang masih hidup.
"Mari kita kobarkan semangat perjuangan mereka untuk menjadikan Kepulauan Meranti sebagai negeri yang aman, tenteram, cemerlang, gemilang, dan terbilang di masa kini dan masa mendatang," ajaknya.
Khalid menekankan bahwa Hari Jadi Kepulauan Meranti bukan sekadar momen nostalgia, tetapi juga refleksi terhadap pencapaian pembangunan. Ia berharap peringatan ini menjadi motivasi bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat persatuan demi mewujudkan Meranti yang lebih baik.
"Semoga semangat juang para pendahulu kita terus menginspirasi, dan pembangunan yang telah berjalan dapat menjadi pondasi kokoh untuk kemajuan di masa depan," tukasnya.
Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat Kepulauan Meranti untuk kembali merefleksikan perjalanan daerahnya sekaligus mempererat kebersamaan dalam membangun masa depan yang lebih gemilang.
"Sejarah adalah tempat berguru dan memperbaiki keadaan. Jika sejarah mengabarkan tangisan kepedihan, maka hari ini kita harus menggantinya dengan tawa kebahagiaan. Jika sejarah menyebutkan tentang perpecahan, maka tugas kita adalah merekat persatuan dan persaudaraan. Jika sejarah mengabarkan kegemilangan, maka tugas kita adalah melanjutkan kegemilangan itu dan menggemakannya ke pelosok negeri," ungkapnya.
Khalid Ali kembali menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti terus berbenah dan bergerak maju. Tanah Jantan ini diibaratkan sedang menuju kurun kegemilangan, negeri yang makmur dan sejahtera, serta menjunjung kebaikan dan kemaslahatan rakyat sebagai tujuan utama pembangunan.
"Kita bersyukur, Allah yang maha kuasa telah menganugerahi negeri ini dengan sumber daya luar biasa, baik di perut bumi, daratan, maupun lautan. Jika potensi ini dimanfaatkan secara maksimal, Insyaallah, mimpi menjadikan negeri ini maju, cerdas, dan bermartabat akan tercapai," pungkasnya. (***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :