Walaupun Menurun, Meranti Masih Diwarnai Oleh Puluhan Kasus DBD
Senin, 28-10-2024 - 13:17:12 WIB
SELATPANJANG -Riau12.com -- Sejak Januari 2024 lalu, Kepulauan Meranti masih diwarnai oleh puluhan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Demikian data yang dilansir Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fahri SKm kepada Riaupos.co.
"Hingga saat ini kasus DBD Kepulauan Meranti ada 20 kasus. Alhamdulilah semua sudah sembuh," ungkapnya melalui panggilan telpon genggam, Ahad (27/10/2024) siang.
Jumlah tersebut diprediksi tidak jauh berbeda pada tahun sebelumnya pada 2023. Di mana bila dihitung sepanjang Januari hingga November 2023 ada 17 kasus DBD yang tercatat di kabupaten termuda di Riau tersebut.
Ia menjelaskan kasus terbanyak terjadi di Desa Alah Air, Kecamatan Tebintiggi dengan jumlah 13 kasus. Sementara itu daerah lainnya yaitu Selatpanjang 3 kasus, Alai 2 kasus, Bandul 1 kasus dan Pulau Merbau 1 kasus.
"Ada sedikit kenaikan dari tahun lalu. Tapi hitungannya tetap mengacu siklus DBD per-lima tahun sekali. Jadi perbandingan tidak bisa dilakukan dalam kurun waktu per-tahun," ungkapnya.
Ditambahkan oleh Fahri, walaupun demikian jumlah kasus itu tidak begitu dominan jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Di mana pada 2020 silam, kasus DBD mencapai 108 penderita. Sementara puncak terjadi pada 2019, kasus tembus mencapai 204 penderita.
"Setiap penderita tidak terjadi di suatu titik tertentu, melainkan tersebar di beberapa kelurahan yang dinilai endemis. Menyebar, tidak di satu titik," jelasnya.
Untuk pencegahan DBD yang terpenting adalah perubahan perilaku dari masyarakat. Terutama patuh akan PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat.
"Tentunya kami terus mengimbau untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Jangan sampai ada jentik nyamuk, diperiksa berkala. Terapkan juga 3M plus mulai dari menguras, menutup dan mendaur ulang," ujarnya.(***)
Sumber: Riaupos
Komentar Anda :