www.riau12.com
Selasa, 01-09-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Walaupun Menurun, Meranti Masih Diwarnai Oleh Puluhan Kasus DBD
Senin, 28-10-2024 - 13:17:12 WIB

TERKAIT:
   
 

SELATPANJANG -Riau12.com -- Sejak Januari 2024 lalu, Kepulauan Meranti masih diwarnai oleh puluhan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Demikian data yang dilansir Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fahri SKm kepada Riaupos.co.

"Hingga saat ini kasus DBD Kepulauan Meranti ada 20 kasus. Alhamdulilah semua sudah sembuh," ungkapnya melalui panggilan telpon genggam, Ahad (27/10/2024) siang.

Jumlah tersebut diprediksi tidak jauh berbeda pada tahun sebelumnya pada 2023. Di mana bila dihitung sepanjang Januari hingga November 2023 ada 17 kasus DBD yang tercatat di kabupaten termuda di Riau tersebut.

Ia menjelaskan kasus terbanyak terjadi di Desa Alah Air, Kecamatan Tebintiggi dengan jumlah 13 kasus. Sementara itu daerah lainnya yaitu Selatpanjang 3 kasus, Alai 2 kasus, Bandul 1 kasus dan Pulau Merbau 1 kasus.

"Ada sedikit kenaikan dari tahun lalu. Tapi hitungannya tetap mengacu siklus DBD per-lima tahun sekali. Jadi perbandingan tidak bisa dilakukan dalam kurun waktu per-tahun," ungkapnya.

Ditambahkan oleh Fahri, walaupun demikian jumlah kasus itu tidak begitu dominan jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Di mana pada 2020 silam, kasus DBD mencapai 108 penderita. Sementara puncak terjadi pada 2019, kasus tembus mencapai 204 penderita.

"Setiap penderita tidak terjadi di suatu titik tertentu, melainkan tersebar di beberapa kelurahan yang dinilai endemis. Menyebar, tidak di satu titik," jelasnya.

Untuk pencegahan DBD yang terpenting adalah perubahan perilaku dari masyarakat. Terutama patuh akan PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat.

"Tentunya kami terus mengimbau untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Jangan sampai ada jentik nyamuk, diperiksa berkala. Terapkan juga 3M plus mulai dari menguras, menutup dan mendaur ulang," ujarnya.(***)

Sumber: Riaupos



 
Berita Lainnya :
  • Walaupun Menurun, Meranti Masih Diwarnai Oleh Puluhan Kasus DBD
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved