www.riau12.com
Rabu, 26-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Pertanyakan Nasib Honorer di Meranti, Sopandi Harap Jangan Sampai di Berhentikan Jika Tak Lulus PPPK
Sabtu, 05-10-2024 - 13:37:37 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-SELATPANJANG – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Sopandi mempertanyakan nasib tenaga honorer di kabupaten termuda di Riau.

Sopandi juga mewanti-wanti agar tidak ada pemberhentian terhadap tenaga honorer yang tidak lulus seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 yang mulai berlangsung saat ini.

"Kita ingin ada formula yang tepat bagi honorer PPPK yang tidak lulus, jangan sampai diberhentikan," ujar Sopandi kepada GoRiau.com, Sabtu (5/10/2024).

Sopandi juga berharap kepada pihak Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kepulauan Meranti untuk ikut memperjuangkan nasib honorer yang ikut seleksi PPPK tersebut.

"Kalau bisa ada sanggahan dari honorer PPPK yang tidak lulus, dan minta BKPSDM meluruskan apa penyebabnya sampai mereka tidak lulus," harap pria asal Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat ini.

Menurut Sopandi, jika sudah ada penjelasan dari pihak BKPSDM terkait proses seleksi PPPK tersebut tentunya akan bisa diterima namun tentunya dengan alasan yang jelas.

"Kalau sudah ada klarifikasi dari BKPSDM jadi sama-sama puas, dan kita berharap jangan ada satupun tenaga honorer PPPK yang tidak lolos diberhentikan, karena sebagai honorer mereka punya hak untuk mencari nafkah keluarganya," pungkas Sopandi yang pernah bekerja sebagai honorer di lingkungan Pemkab Meranti selama 14 tahun itu.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti membuka 375 formasi PPPK pada tahun 2024. Dari jumlah tersebut, 200 formasi dialokasikan untuk tenaga teknis, 125 untuk guru, dan 50 untuk tenaga kesehatan.

Kuota tersebut masih belum mencukupi untuk menampung jumlah pelamar honorer yang mencapai hampir 2.000 orang, sementara pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan tak ada lagi tenaga honorer, maksimal Desember 2024. (***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Pertanyakan Nasib Honorer di Meranti, Sopandi Harap Jangan Sampai di Berhentikan Jika Tak Lulus PPPK
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved