www.riau12.com
Minggu, 23-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Pemkab dan DPRD Meranti Ingin Pastikan Operasional PT ITA Berdampak Positif bagi Masyarakat
Selasa, 13-08-2024 - 13:50:12 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-BATAM – Pelaksana tugas Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri pertemuan PT Imbang Tata Alam (ITA) dengan pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, di Swiss-bellhotel Harbour Bay Batam, Senin (12/8/2024).

Pertemuan itu dihadiri langsung oleh Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, Act Communication and CSR Manager EMP, Iman Soerjasantosa, Advisor EMP Group, Amru Mahalli, dan Senior Public Relations EMP, Wilya Retno Sari serta Field Sr. CSR Officer PT. ITA, Arip Hidayatuloh.

H. Asmar sangat menyambut baik pertemuan tersebut. Menurutnya, hal itu dapat lebih memperkuat silaturahmi dan menjadi wadah untuk memaparkan program-program dari PT ITA.

"Saya ucapkan terima kasih kepada PT ITA dan SKK Migas atas pertemuan hari ini. Tidak lupa apresiasi kami kepada jajaran DPRD Kepulauan Meranti," kata Asmar.

Dia menilai pertemuan tersebut penting untuk dilaksanakan, mengingat saat ini sektor minyak dan gas (Migas) menjadi salah satu komoditas utama bagi Kepulauan Meranti.

"Pemerintah kabupaten menaruh konsen yang tinggi pada sektor ini, karena menjadi penyumbang besar bagi keuangan daerah. Untuk itu kami sangat perlu informasi apapun, baik terkait jumlah produksi dan lifting," sebutnya.

Selain itu, baik Pemkab maupun DPRD mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa operasional PT ITA di Kepulauan Meranti sesuai dengan harapan dan membawa dampak positif bagi masyarakat.

"Mohon maaf saya tidak bisa mengikuti kegiatan ini sampai dengan selesai, karena dipanggil oleh Mendagri ke IKN. Nanti akan diteruskan oleh Pak Sekda yang mewakili saya," ujar Asmar.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison memaparkan beberapa hal terkait pelaksanaan kegiatan hulu Migas yang berada di wilayahnya. Saat ini di Riau terdapat terdapat 14 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang melaksanakan kegiatan eksplorasi maupun produksi Migas, salah satunya PT ITA.

PT ITA sendiri beroperasi di tiga kabupaten, yakni Kepulauan Meranti, Siak dan Bengkalis.

"Kami juga sudah mendengar dan mengikuti beberapa aspirasi terkait DBH dan juga PI 10% yang sedang diperjuangkan oleh Kabupaten Kepulauan Meranti," sebutnya.

Dia juga menjelaskan saat ini PT ITA masih berusaha untuk memenuhi target lifting nasional sebesar 7000 barel per hari. "Teman-teman di ITA masih berusaha untuk memenuhi target, kondisi saat ini masih 80 persen," jelasnya.

Dia juga berpesan agar pemerintah daerah bersama DPRD bersama-sama turut membantu jika perusahaan menemukan kendala di lapangan.

"Karena ini tidak bisa lepas dari perizinan dan aktivitas masyarakat. Seperti perkebunan masyarakat, jika ada hak yang harus dibayarkan. Ini kadang selalu menjadi penyebab tertundanya kegiatan di lapangan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H. Fauzi Hasan, menekankan pentingnya upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor migas.

Dia menyebutkan, analisis pihaknya menunjukkan adanya tren penurunan pendapatan dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepulauan Meranti. Oleh karena itu, pertemuan itu diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui pembagian hasil Migas yang lebih adil dan menguntungkan.

"Harapannya, Meranti bisa menambah pendapatan, jangan sampai Meranti merana. Sudah lama kita ini sebagai daerah penghasil minyak, tetapi pendapatan yang kita terima belum optimal," ujar Fauzi Hasan.

Audiensi itu kemudian diisi dengan pemaparan oleh PT ITA terkait produksi dan rencana kerja ke depan. Setelahnya dilakukan pembahasan dan tanya jawab oleh anggota DPRD Kepulauan Meranti.

Hadir juga dalam kegiatan itu, Wak Ketua DPRD Khalid Ali, para ketua fraksi dan anggota komisi II DPRD Kepulauan Meranti.

Turut hadir Sekda Bambang Suprianto, Kepala BPKAD Irmansyah, Kepala Bagian Ekonomi Herlim, dan Kepala Bagian Prokopim Alfian serta sejumlah pejabat lainnya.(***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Pemkab dan DPRD Meranti Ingin Pastikan Operasional PT ITA Berdampak Positif bagi Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved