Keracunan 65 Siswa di Rangsang, Hasil Labkesling Membuktikan Makanan Mengandung E-Coli
Riau12.com-MERANTI- Hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan (Labkesling) terhadap sejumlah sampel jajanan yang diambil dari lingkungan SDN 05 Dwi Tunggal Kecamatan Rangsang telah keluar. Diketahui, yang membuat 65 siswa di Rangsang keracunan adalah bakteri Escherichia Coli (E Coli).
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti M Fahri SKM, ketika dikonfirmasi CAKAPLAH.com, Rabu (12/6/2024). Kata Fahri, terhadap sejumlah sampel jajanan yang diamankan paska 65 siswa SDN 05 Dwi Tunggal Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau, keracunan makanan telah diteliti di Labkesling Diskes Riau.
Hasilnya, diketahui penyebab puluhan siswa itu keracunan makanan adalah bakteri tidak higienisnya jajanan yang sempat dimakan siswa. "Penyebab keracunan makanan ya bakteri E Coli. Bakteri ini berkaitan dengan kebersihan, bisa disimpulkan jajanan yang dijual saat itu tidak higienis," kata M Fahri.
Disampaikan Fahri lagi, adapun sejumlah jajanan yang sempat diamankan dari kantin sekolah dan tempat jual jajanan di sekitar sekolah adalah sosis goreng, minuman dan es batu. Selain itu, juga dibawa sejumlah jajanan kemasan dari berbagai merk.
Hanya saja, dari sejumlah sampel yang dibawa ke Labkesling itu, sebagian besarnya berstatus negatify. Sementara pada sosis goreng, minuman air putih dan es batu positif terdapat bakteri E Coli.
Atas kejadian ini, M Fahri mengatakan mereka telah memerintahkan Puskesmas setempat untuk segera berkoordinasi dengan pihak sekolah. Bagaimana pun, kantin yang biasanya menjual jajanan untuk para siswa ini terdapat di lingkungan sekolah. Fahri menekankan, perlu nya penjual jajanan memastikan makanan yang disediakan itu dalam keadaan bersih dan higienis.
"Bisa jadi air dimasak itu kurang mendidih lalu diminum siswa. Atau wadah sosis gorengnya terbuka dan siswa yang makan juga tidak cuci tangan, ini bisa menjadi penyebab. Kedepan, kita minta Puskesmas untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah agar memastikan jajanan yang di jual itu terjaga kebersihannya," ujar Fahri.
"Kepada siswa dan semuanya juga harus menjaga kebersihan, cuci lah tangan sebelum makan," pesan Fahri.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 65 siswa SDN 05 Dwi Tunggal Kecamatan Rangsang mengalami keracunan makanan. Kejadian ini bermula pada hari, Rabu (29/5/2024) pagi.
Menurut Kepala SDN 05 Dwi Tunggal, Wulandari SPd SD, kejadian awalnya diketahui dari informasi yang diterimanya, ada delapan orang siswa dirawat intensif oleh bidan desa setempat karena diduga keracunan makanan. Setelah itu, informasi ini diteruskannya ke grup sekolah agar para guru menelusuri potensi bertambahnya korban lain.
"Setelah itu, informasinya saya terima, jumlah siswa yang mengalami gejala sama bertambah menjadi 28 orang," kata Wulandari.
Rupanya seiring waktu berjalan, terpantau ada sebanyak 65 orang siswa dengan usia 7 hingga 12 tahun mengalami gejala yang sama. Sementara 34 di antaranya itu sempat mendapat perawatan di Puskesmas Tanjung Samak.(***)
Sumber: Cakaplah.com
Komentar Anda :