www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Pemilik Miras Tak Kunjung Datang, Satpol PP Meranti Kembali Layangkan Surat Pemanggilan
Pemilik Miras Tak Kunjung Datang, Satpol PP Meranti Kembali Layangkan Surat Pemanggilan
Selasa, 21-05-2024 - 17:40:56 WIB

TERKAIT:
   
 

riau12.com SELATPANJANG - Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau kembali melayangkan surat pemanggilan kepada pemilik minuman keras (miras) Iwan Ivan Tan atau Oyong Batam Jet.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kepulauan Meranti, Tunjiarto, M.Pd melalui Kabid Operasi dan Perda, Ardath, S.IP menyebutkan bahwa pemanggilan kedua ini dilakukan setelah dilayangkan surat pemanggilan pertama.

"Surat pemanggilan kedua akan kita layangkan sore ini. Awalnya pihak Oyong melalui orang kepercayaannya Awang memberikan penjelasan bahwa Oyong tidak bisa hadir pada Jumat (17/5/2024, dan menyebutkan kalau dia bisa hadir pada Senin (20/5/2024) dengan alasan kakinya sakit pasca kecelakaan kemarin," ujar Ardath kepada GoRiau.com, Selasa (21/5/2024).

Namun, lanjut Ardath, hingga saat ini Oyong tidak juga muncul dan masih mengutarakan alasan yang sama yakni kakinya masih dalam keadaan sakit dan proses pengobatan.

"Semalam itu (Senin 20 Mei 2024) kami menunggunya seharian, dari pagi sampai sore namun tidak juga datang. Sorenya baru ngasi kabar kalau belum bisa hadir dan minta waktu untuk datang hari Kamis (23 Mei 2024) nanti. Sudah jelas hari Kamis itu libur, jadi seolah-olah mempermainkan kami Oyong ini," ucap Ardath dengan nada kesal.

Ardath menduga bahwa Oyong sengaja mengulurkan waktu sehingga selalu berkilah dengan alasan yang sama yakni kakinya masih dalam keadaan sakit sehingga butuh pengobatan.

"Kami memanggil Oyong untuk meminta keterangan terkait izin, sementara dia merupakan distributor yang memasukan miras namun izinnya ternyata sudah mati pada Maret lalu. Kami menduga ini merupakan permainan Oyong untuk memperlambat kami dalam bekerja, bisa saja dia alasan kaki sakit ternyata lagi urus izinnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Satpol PP Kepulauan Meranti berhasil mengamankan minuman keras yang dijual di kedai kelontong di Selatpanjang. Informasi awal diperoleh pihaknya dari masyarakat yang melaporkan adanya penjualan miras tersebut.

"Malam itu (Senin 6 April 2024) kita sedang melaksanakan patroli di sekitaran kota Selatpanjang. Namun, ada masyarakat yang melapor ke kita (Satpol PP) bahwa ada kedai kelontong yang menjual miras kelas B. Menanggapi hal itu kita pun langsung menindak lanjutinya dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi," ungkap Ardath didampingi Kasi Trantibmum, Andi Irawan, Rabu (8/5/2024).

Setelah dicek, lanjut Ardath, ternyata benar kedai kelontong diketahui milik Ala yang berada di Jalan Teladan, Kecamatan Tebingtinggi itu menjual miras botol yang mengandung alkohol hingga 19 persen.

"Ada sekitar delapan botol miras berupa Anggur Merah dan API yang mengandung alkohol diatas 5 persen. Saat kita mintai keterangan kepada penjual atau pemilik kedai tersebut dia mengaku punya surat penunjukan langsung dari distributor. Namun setelah dicek ternyata surat penunjukan langsung dari distributor itu hanya untuk kelas A sementara yang B tidak ada," jelas Ardath, saat operasi juga diikuti oleh Kasi Perda Satpol PP Kepulauan Meranti, Hendrian.

Sehingga, dengan demikian miras itu pun diamankan dan dibawa ke kantor Satpol PP Kepulauan Meranti. Sementara pemilik kedai kelontong diminta untuk datang ke kantor Satpol PP dengan distributornya.

"Kita minta pemilik kedai untuk datang ke kantor Satpol PP dengan distributor  penunjukan langsung tersebut. Jika datang sendiri tidak akan kami layani," tegasnya.

Menurut keterangan Ardath, pemilik kedai kelontong itu juga mengaku jika dia mendapatkan miras tersebut dari distributor bernama Oyong.

"Jadi Oyong ini yang punya miras itu. Tadi memang ada yang datang ke kita namanya Awang katanya orangnya Oyong minta agar minuman yang telah kita amankan ini mau diambil lagi, tapi tidak kita kasi," ujarnya.

Selanjutnya, Ardath meminta kepada Awang agar Oyong bisa datang langsung ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan terkait miras tersebut selaku distributor yang telah memberikan surat penunjukan langsung kepada kedai kelontong, padahal sudah jelas penunjukan langsung terhadap kedai kelontong tersebut tidak dibolehkan.
sumber : goriau



 
Berita Lainnya :
  • Pemilik Miras Tak Kunjung Datang, Satpol PP Meranti Kembali Layangkan Surat Pemanggilan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved