GMNI Rohul Soroti Dugaan Mafia Solar, Distribusi BBM Diduga Tidak Tepat Sasaran
Rabu, 01-10-2025 - 11:44:33 WIB
Riau12.com-Rokan Hulu – Kelangkaan solar bersubsidi kembali menghantui masyarakat Rokan Hulu (Rohul). Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU, namun tak semua warga berhasil mendapatkan bahan bakar.
Sopir angkutan umum dan truk mengaku kesulitan memperoleh solar dan terpaksa membeli di eceran dengan harga tinggi.
“Kalau terus seperti ini, kami rugi. Beli di luar mahal, tapi kalau nggak jalan, kami nggak makan,†keluh Ari Wahyudi, sopir angkutan lintas Rohul–Pekanbaru.
GMNI Rohul Soroti Dugaan Mafia Solar
Fenomena kelangkaan ini mendapat perhatian serius dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Rohul. Ketua GMNI, Khoirul Abdi, menilai kelangkaan yang terus terjadi mengindikasikan adanya praktik mafia solar.
“Ini bukan kelangkaan biasa. Sementara masyarakat antre sejak subuh, ada pihak-pihak yang bisa dapat solar dengan mudah dan dalam jumlah besar. Ini patut diduga ada permainan mafia,†tegas Khoirul, Senin (30/9/2025).
Khoirul menekankan praktik semacam ini merusak tujuan subsidi BBM yang seharusnya membantu masyarakat kecil. Alih-alih tepat sasaran, solar justru dinikmati oknum tertentu demi keuntungan pribadi.
“Kalau dibiarkan, ini bisa memukul ekonomi lokal. Sopir angkutan terbebani, harga barang ikut naik, dan masyarakat jadi korban. Negara tidak boleh kalah oleh mafia,†tambahnya.
Seruan Tindakan Pemerintah dan Digitalisasi Distribusi BBM
GMNI mendesak pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum untuk segera mengusut dugaan praktik mafia solar. Mereka juga menyerukan penerapan sistem digitalisasi distribusi BBM agar penyaluran bisa diawasi secara transparan dan akuntabel.
“Kami tidak akan diam. Ini menyangkut hajat hidup banyak orang, dan kami akan terus bersuara sampai masalah ini selesai,†pungkas Khoirul.
Komentar Anda :