www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
GMNI Rohul Soroti Dugaan Mafia Solar, Distribusi BBM Diduga Tidak Tepat Sasaran
Rabu, 01-10-2025 - 11:44:33 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Rokan Hulu – Kelangkaan solar bersubsidi kembali menghantui masyarakat Rokan Hulu (Rohul). Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU, namun tak semua warga berhasil mendapatkan bahan bakar.

Sopir angkutan umum dan truk mengaku kesulitan memperoleh solar dan terpaksa membeli di eceran dengan harga tinggi.

“Kalau terus seperti ini, kami rugi. Beli di luar mahal, tapi kalau nggak jalan, kami nggak makan,” keluh Ari Wahyudi, sopir angkutan lintas Rohul–Pekanbaru.

GMNI Rohul Soroti Dugaan Mafia Solar

Fenomena kelangkaan ini mendapat perhatian serius dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Rohul. Ketua GMNI, Khoirul Abdi, menilai kelangkaan yang terus terjadi mengindikasikan adanya praktik mafia solar.

“Ini bukan kelangkaan biasa. Sementara masyarakat antre sejak subuh, ada pihak-pihak yang bisa dapat solar dengan mudah dan dalam jumlah besar. Ini patut diduga ada permainan mafia,” tegas Khoirul, Senin (30/9/2025).

Khoirul menekankan praktik semacam ini merusak tujuan subsidi BBM yang seharusnya membantu masyarakat kecil. Alih-alih tepat sasaran, solar justru dinikmati oknum tertentu demi keuntungan pribadi.

“Kalau dibiarkan, ini bisa memukul ekonomi lokal. Sopir angkutan terbebani, harga barang ikut naik, dan masyarakat jadi korban. Negara tidak boleh kalah oleh mafia,” tambahnya.

Seruan Tindakan Pemerintah dan Digitalisasi Distribusi BBM

GMNI mendesak pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum untuk segera mengusut dugaan praktik mafia solar. Mereka juga menyerukan penerapan sistem digitalisasi distribusi BBM agar penyaluran bisa diawasi secara transparan dan akuntabel.

“Kami tidak akan diam. Ini menyangkut hajat hidup banyak orang, dan kami akan terus bersuara sampai masalah ini selesai,” pungkas Khoirul.




 
Berita Lainnya :
  • GMNI Rohul Soroti Dugaan Mafia Solar, Distribusi BBM Diduga Tidak Tepat Sasaran
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved