ROHUL-Riau12.com– Penutupan Jembatan Sei Rokan di Kecamatan Ujung Batu yang akan dimulai besok, Kamis (2/5/2025), menuai polemik di tengah masyarakat. Banyak warga menyuarakan keberatan karena jalur alternatif yang disiapkan dinilai tidak memadai, terlalu jauh, dan dalam kondisi rusak di beberapa titik.
Pemkab Rokan Hulu telah menyiapkan sejumlah rute alternatif untuk mengurangi dampak dari penutupan jembatan yang menjadi akses vital antara Ujung Batu dan Pasirpengaraian tersebut.
Namun, jalur yang disiapkan justru menimbulkan masalah baru, terutama bagi pengendara roda empat yang harus memutar sejauh 60 KM, membuat waktu tempuh yang biasanya hanya 45 menit kini bisa mencapai dua jam.
Bupati Rokan Hulu, Anton, menyampaikan, penutupan jembatan tetap akan dilaksanakan karena perbaikan ini sangat mendesak.
“Saya rasa masyarakat bisa mengerti. Ini untuk kepentingan bersama, karena jembatan itu satu-satunya akses utama dari Pasirpengaraian ke Ujung Batu dan Pekanbaru. Kalau tidak diperbaiki sekarang, dampaknya bisa lebih besar nanti,†tegasnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa jalur alternatif untuk kendaraan roda dua adalah melalui Jembatan Gantung Lubuk Bendahara dan Jembatan Gantung Kota Intan. Sementara untuk roda empat, rute Simpang Ngaso–Kota Lama–Jalan Poros PT EDI–Jalan Poros PT SAI menjadi pilihan utama, meskipun banyak dikeluhkan karena kondisi jalan tanah dan rusak.
Anton juga membantah, pihaknya tidak melakukan persiapan terkait jalur alternatif sebagai pengalihan lalu lintas akibat penutupan Jembatan Sei Rokan. Anton menyebut, untuk jembatan gantung sudah dilakukan persiapan awal penguatan jembatan gantung, namun memang ada beberapa titik yang perlu dilakukan perkuatan lebih.
“Kemarin Kadis PUPR sudah melaporkan ke saya, jembatan gantung saat ini belum bisa dilalui kendaraan roda empat karena belum diperkuat. Saya sudah perintahkan agar segera dilakukan penguatan agar nantinya bisa dilalui, meskipun dengan beban terbatas dan secara satu arah,†jelas Bupati Anton.
Untuk mengatasi kesulitan warga, terutama anak sekolah, pemerintah desa setempat juga akan menyiapkan rakit sebagai alternatif mobilisasi roda dua dan pelajar.
Meski banyak yang berharap adanya jembatan ponton sebagai solusi cepat, Bupati memastikan opsi itu tidak akan diambil. “Tidak ada rencana membangun ponton, karena kita fokus pada perbaikan jembatan utama yang ditargetkan selesai dalam tiga bulan,†katanya.
Ia menegaskan bahwa ini adalah bagian dari proses pembangunan yang pasti memiliki dampak, namun harus dijalani demi kebaikan jangka panjang. “Saya mohon masyarakat bersabar dan maklum. Ini adalah pembangunan, dan demi keselamatan serta kelancaran akses kita ke depannya,†tutupnya.
Penutupan Jembatan Ujung Batu bakal menimbulkan efek domino, terutama kenaikan tarif angkutan umum dan juga harga barang kebutuhan pokok. Pasalnya, dengan jalur alternatif yang tersedia saat ini, menyebabkan pengusaha angkutan dan pemasok bakal menaikkan tarif karena harus mengeluarkan biaya lebih untuk menempuh jalur tersebut.(***)
Sumber: Cakaplah
Komentar Anda :