www.riau12.com
Kamis, 27-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Pemkab Rohul Dianggap Abaikan DPRD, Aidi Soroti Defisit Anggaran Mencapai Ratusan Miliar
Minggu, 05-01-2025 - 09:58:06 WIB

TERKAIT:
   
 

ROHUL-Riau12.com – Wakil Ketua DPRD Rokan Hulu (Rohul) Muhamad Aidi, geram dengan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang tidak menghadiri undangan resmi DPRD untuk mengklarifikasi persoalan defisit keuangan daerah.
Aidi menilai ketidakhadiran Pemkab Rohul dalam undangan tersebut, merupakan bentuk pengabaian terhadap tugas pokok DPRD sebagai lembaga yang memiliki kewajiban mengawasi pelaksanaan peraturan daerah dan APBD.

Aidi menjelaskan, DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar), telah menjadwalkan pertemuan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Rohul dua hari berturut-turut, yakni Kamis dan Jumat (2-3 Januari 2025). Namun, pertemuan yang seharusnya membahas kondisi keuangan daerah itu gagal terlaksana karena tidak ada satu pun perwakilan TAPD yang hadir.
“Pimpinan DPRD yang juga sekaligus pimpinan Banggar sudah mengirimkan surat resmi kepada Ketua TAPD, yang juga Sekda Rohul, namun tidak ada konfirmasi terkait ketidakhadiran mereka,” ungkap Aidi, Sabtu (4/1/2025).

Aidi menambahkan, sikap TAPD yang tidak menghargai undangan DPRD untuk membicarakan isu mendesak terkait defisit APBD dan kas daerah yang kosong, menunjukkan TAPD telah mengabaikan DPRD sebagai lembaga pengawasan.

“Kami sangat menyayangkan TAPD yang tidak menyempatkan diri menghadiri undangan Dewan terkait isu defisit APBD dan kasda yang kosong. Kami perlu mengetahui apakah benar ada defisit, berapa besarannya, dan apa penyebabnya,” ujar Aidi.

Terkait isu defisit APBD 2024 yang terus menjadi pembicaraan hangat, Aidi mengungkapkan, meskipun informasi belum diverifikasi sepenuhnya, defisit anggaran diperkirakan mencapai Rp 157 miliar. Namun, ia juga mencatat adanya beberapa komponen yang belum dibayar, seperti bagi hasil dari provinsi, yang jika diterima dapat mengurangi potensi defisit tersebut.
“Informasi yang beredar di masyarakat memang menyebutkan adanya defisit, namun kami ingin mendapatkan penjelasan resmi dari Pemkab Rohul. Kami juga sudah mengirimkan surat resmi kepada Pemda pada akhir Desember 2024 untuk meminta klarifikasi terkait kondisi keuangan daerah, tetapi hingga sekarang belum ada tanggapan,” lanjut Aidi.

Sebagai tindak lanjut terkait defisit keuangan ini, DPRD berencana mengambil langkah-langkah strategis, antara lain mendesak Bupati Rohul segera mengirimkan surat pengakuan terkait utang Pemkab Rohul kepada DPRD, serta melakukan konsultasi dengan berbagai pihak terkait, seperti BPK RI, Dispenda Riau, dan Kemenkeu.

"Kami meminta Pemkab Rohul segera memberikan penjelasan terkait masalah keuangan ini. Kami akan undang lagi minggu ini, namun jika tetap tidak hadir maka tidak menutup kemungkinan DPRD akan menggunakan hak-hak DPRD," tegas Aidi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul Muhamad Zaki, yang dikonfirmasi mengenai ketidakhadiran TAPD dalam dua kali undangan rapat DPRD, menyatakan bahwa pihaknya sebenarnya telah menyampaikan ketidakhadiran TAPD kepada Ketua DPRD Rohul dan Sekwan.

Zaki menjelaskan, alasan TAPD tidak bisa menghadiri dua kali undangan rapat DPRD ini adalah karena belum adanya data yang diminta DPRD terkait jumlah anggaran belanja dan pendapatan yang belum bisa dibayarkan.

"Hingga hari Jumat kemarin, kami masih melakukan rekapitulasi untuk mengetahui berapa sebenarnya kegiatan yang belum dapat dibayarkan dan pendapatan yang belum masuk sesuai permintaan DPRD," ujar Zaki.

Zaki menegaskan, pemerintah tidak bermaksud mengabaikan undangan rapat DPRD. Justru Pemkab Rohul menghargai tugas DPRD dengan sebaik mungkin mempersiapkan data-data yang diminta DPRD secara komprehensif, sehingga pertemuan selanjutnya dapat berjalan dengan baik.(***)

Sumber: Cakaplah 




 
Berita Lainnya :
  • Pemkab Rohul Dianggap Abaikan DPRD, Aidi Soroti Defisit Anggaran Mencapai Ratusan Miliar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved