Tarik Diri dari BMN, Ini Alasan PKB Putar Haluan Berkoalisi dengan Nasdem di Pilkada Rohul
Riau12.com-ROHUL- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rokan Hulu (Rohul) Hafit Syukri mengungkapkan alasan di balik keputusan partainya berkoalisi dengan Partai Nasdem dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Rohul.
Salah satu alasannya adalah memastikan strategi pemenangan Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) di Rohul dapat berjalan simultan dengan Pilkada Rohul, mengingat adanya faktor koalisi linier.
Seperti diketahui, dalam Pilgubri, PKB berkoalisi dengan Partai Nasdem dan PDIP untuk mengusung pasangan Abdul Wahid - SF Haryanto sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.
Awalnya, PKB dirumorkan akan berkoalisi dengan PDIP di Pilkada Rohul, mengusung pasangan Anton - Syafruddin Poti. Namun, setelah masuknya Partai Gerindra dalam koalisi Bersama Membangun Negeri (BMN), PKB memutuskan menarik diri dan beralih mengusung pasangan Indra Gunawan - Abdul Haris bersama Partai Nasdem yang juga tergabung dalam koalisi Pilgubri.
Hafit mengakui, keputusan PKB untuk beralih dukungan ke Indra Gunawan - Abdul Haris terjadi dalam situasi yang dinamis, terutama pasca keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah syarat ambang batas dalam Pilkada. Dengan perolehan suara gabungan PKB dan Nasdem sebesar 15,54 persen, sudah cukup untuk mengantarkan pasangan ini mendaftar di KPU.
“Koalisi ini dibangun dengan tujuan yang jelas, yaitu memastikan tidak ada hambatan dalam pergerakan antara pemenangan gubernur dan bupati. Kami telah sepakat bahwa di mana pun ada kampanye bupati atau wakil bupati, akan ada juga pesan untuk memenangkan calon gubernur dan wakil gubernur. Dengan demikian, perjuangan politik ini akan berjalan simultan,†ujar Hafit Syukri.
Keputusan PKB untuk berkoalisi dengan Nasdem sempat memunculkan tanda tanya, karena tidak ada kader PKB yang diusung, meskipun jumlah suara PKB lebih tinggi dibandingkan Nasdem. Sementara itu, Abdul Haris sudah menjadi kader Nasdem, dan Indra Gunawan notabene adalah kader PDIP.
Menjawab hal tersebut, Hafit Syukri menjelaskan, putusan MK turut membawa perubahan besar dalam dinamika politik di daerah. Menurut Hafit, putusan ini menghilangkan dominasi partai oleh individu berduit, sehingga membuka jalan bagi pengambilan keputusan yang lebih demokratis.
"Kami melihat perkembangan ini sebagai kesempatan bagi PKB untuk berkoalisi dengan Nasdem. Meskipun Abdul Haris adalah kader Nasdem, namun PKB memperoleh kompensasi di mana Indra Gunawan memutuskan untuk menjadi kader PKB," jelasnya.
Lebih lanjut, Hafit menegaskan, sebelum menerima dukungan dari PKB, Indra Gunawan sudah mengundurkan diri dari PDIP dan kini telah resmi menjadi kader PKB. Koalisi ini menurutnya bukan hanya didasari oleh pertimbangan lokal, tetapi juga mempertimbangkan hubungan koalisi di tingkat gubernur yang sudah terbentuk lebih dulu antara PKB dan Nasdem.
“Secara komunikasi, koalisi ini dimulai dari Nasdem, mengingat koalisi di tingkat gubernur sudah lebih dulu terbentuk. Meskipun di tingkat daerah kami bebas berkoalisi dengan siapa pun, akan lebih baik jika tetap linier dengan pemilihan gubernur,†tutup Hafit.(***)
Sumber: Cakaplah
Komentar Anda :