TPPS Rohul Temukan 12 Balita Resiko Stunting di desa Tingkok, 4 Diantaranya Dapatkan Perawatan Lebih
Riau12.com-ROHUL - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menemukan 12 balita berisiko stunting di Desa Tingkok, Kecamatan Tambusai. 12 balita tersebut segera mendapatkan pemeriksaan kesehatan di RSUD Rohul, empat di antaranya harus mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Penemuan 12 balita bersiko stunting merupakan hasil penyisiran yang dilakukan oleh tim TPPS di Desa Tingkok. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Umum H Fatanalia Putra, bersama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dr Bambang Triono, Plt Kepala Dinas Sosial April Liyadi, serta anggota TPPS lainnya, langsung menjenguk kondisi empat balita yang berisiko stunting tersebut di RSUD.
Dalam kunjungan tersebut, Fatanalia menyerahkan bantuan kepada keluarga balita berupa kebutuhan pokok dan suplemen gizi bagi anak-anak tersebut. Fatanalia menjelaskan, Desa Tingkok menjadi salah satu lokus stunting tahun 2024. Penanganan cepat terhadap 12 anak yang berisiko stunting, merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di Rohul.
"Sesuai perintah pimpinan, Bapak Bupati Sukiman, penanganan stunting adalah prioritas dan telah menjadi komitmen bersama seluruh instansi di Rokan Hulu," kata Fatanalia, Rabu (26/6/2024).
Fatanalia juga mengapresiasi Kepala Desa Tingkok lantaran sigap merespon dan langsung berkoordinasi dengan TPSS terkait adanya 12 balita di desanya yang berisiko stunting, sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat.
"Setelah dilakukan perawatan, TPPS melalui OPD terkait akan melakukan intervensi spesifik terhadap 12 balita yang berisiko stunting ini," tambahnya.
Sebagai informasi, TPPS Rohul terus intensif melaksanakan intervensi pencegahan dan penurunan stunting melalui kegiatan pengukuran dan intervensi serentak, sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Pengukuran dan intervensi tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus stunting baru serta mendapatkan data stunting yang lebih baik. Kegiatan Pengukuran dan Intervensi Stunting ini dilaksanakan selama satu bulan, dari tanggal 1 hingga 30 Juni 2024.
Hingga tanggal 26 Juni 2024, tercatat sebanyak 46.304 balita dari target sasaran sebanyak 50.617 balita telah dilakukan pengukuran dan penimbangan. Selain itu, intervensi juga didukung oleh berbagai stakeholder terkait, termasuk pemerintah desa.
Adapun Sasaran Pengukuran dan Intervensi serentak ini mencakup semua calon pengantin, ibu hamil, dan balita yang diharapkan datang ke Posyandu untuk dilakukan pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi, dan intervensi.(***)
Sumber: Cakaplah.com
Komentar Anda :