www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Pelaku Perusakan Mobil Dinas Kapolres Kuansing Belum Tertangkap, Polda Riau Perkuat Pengamanan di Cerenti
Kamis, 23-10-2025 - 14:55:10 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-KUANSING – Hingga hampir tiga minggu pasca-kericuhan saat penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), pelaku perusakan mobil dinas Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, serta bus milik polisi, masih belum tertangkap. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa, 7 Oktober 2025 lalu.

Meski begitu, Polres Kuansing telah menetapkan empat orang tersangka terkait kericuhan itu. Satu orang diduga pelaku perusakan kendaraan dinas, sementara tiga lainnya ditetapkan sebagai pelaku pengeroyokan terhadap seorang wartawan yang meliput penertiban PETI.

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, sebelumnya telah memerintahkan jajaran untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap para pelaku pengrusakan dan kekerasan. “Inventarisasi kerusakan kendaraan dinas juga sedang dilakukan untuk keperluan hukum dan pemulihan operasional,” ujar Kombes Pol Anom Karibianto, Kabid Humas Polda Riau.

Polda Riau tidak hanya fokus pada penegakan hukum. Untuk mencegah kejadian serupa, pengamanan di wilayah Desa Cerenti diperkuat, termasuk peningkatan patroli preventif. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya PETI bagi lingkungan dan keselamatan warga juga terus digencarkan.

Selain itu, Polda Riau bersama pemerintah daerah mendorong percepatan pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai solusi legal bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas PETI.

“Kami tidak semata-mata menindak, tapi juga mencarikan solusi. Pembentukan WPR adalah salah satu cara agar masyarakat tetap bisa beraktivitas secara sah, aman, dan ramah lingkungan,” tegas Kombes Pol Anom Karibianto.

Kericuhan di Cerenti menjadi perhatian serius aparat kepolisian, mengingat sebelumnya beberapa kendaraan dinas rusak parah dan terdapat tindakan kekerasan terhadap wartawan. Polda Riau menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum sambil tetap memberikan alternatif legal dan aman bagi masyarakat yang terdampak PETI.




 
Berita Lainnya :
  • Pelaku Perusakan Mobil Dinas Kapolres Kuansing Belum Tertangkap, Polda Riau Perkuat Pengamanan di Cerenti
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved