www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Program MBG Disorot, Muhklisin Sarankan Bantuan Tunai Gantikan Makanan Siap Saji
Minggu, 21-09-2025 - 15:26:43 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-KUANSING – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Setelah sebelumnya muncul kasus keracunan di sejumlah daerah, kini masyarakat diresahkan isu dugaan penggunaan lemak babi pada makanan omprengan yang dibagikan kepada siswa.
Kekhawatiran ini semakin besar lantaran mayoritas masyarakat Kuansing beragama Islam. Orangtua murid mendesak agar distribusi MBG diawasi ketat sehingga dipastikan aman, halal, higienis, dan sesuai aturan.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kuansing Muhklisin menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap skema pelaksanaan MBG. Ia bahkan mengusulkan agar program tersebut tidak lagi berupa makanan siap saji, melainkan dialihkan dalam bentuk bantuan uang tunai kepada orangtua siswa.
“Lebih baik diberikan uang tunai kepada orangtua. Uang itu bisa dipakai untuk membeli bahan makanan bergizi sebagai bekal anak-anak di sekolah,” ujar Muhklisin, Minggu (21/9).
Meski demikian, Muhklisin menekankan sistem bantuan tunai harus diikuti dengan pengawasan ketat. Guru bersama ahli gizi diminta memeriksa bekal siswa setiap hari agar kandungan gizinya sesuai standar.
“Masyarakat yang belum mendapat MBG saja berusaha membawakan bekal terbaik untuk anak-anaknya, apalagi kalau diberi uang tunai. Tugas kita memastikan bekal itu bergizi dan aman,” tegasnya.
Ia menambahkan, tujuan utama program MBG adalah menjamin kecukupan gizi anak sekolah. Karena itu, distribusi makanan tidak boleh dilakukan sembarangan.
“Orangtua pasti akan memperhatikan bahan gizi, keamanan, dan kebersihan bekal anak-anaknya. Itu yang harus dijaga,” katanya.
Hingga saat ini, belum ditemukan kasus keracunan akibat MBG di Kuansing. Namun, isu penggunaan lemak babi di daerah lain membuat masyarakat setempat semakin waspada.
“Saya sudah berulangkali mewanti-wanti pihak PSSG MBG agar memperhatikan kualitas makanan. Jangan sampai ada kasus keracunan di Kuansing. Apalagi kabar penggunaan lemak babi di omprengan jelas sangat meresahkan masyarakat,” tutup Muhklisin.



 
Berita Lainnya :
  • Program MBG Disorot, Muhklisin Sarankan Bantuan Tunai Gantikan Makanan Siap Saji
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved