www.riau12.com
Kamis, 20-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
PETI Sungai Piudang Cemari Air, Warga Kuansing Sulit Mendapat Air Bahkan Hanya Untuk Berwudhu
Sabtu, 26-07-2025 - 13:40:20 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com - TELUKKUANTAN - Akibat aktivitas PETI di Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Sungai Piudang, menjadi tercemar hingga airnya tak bisa dimanfaatkan lagi oleh masyarakat.

"Areal yang ditambang secara ilegal ini, lulu lantak, hamburannya mencemari Sungai, hingga keberadaan air sangat memprihatinkan," ujar informan kepada riauterkini.com, Sabtu (26/7/2025) pagi.

Sumber menyebutkan, PETI yang beroperasi di areal ini, terdapat empat buah rakit, lokasinya pun berdekatan dengan lahan perkebunan sawit masyarakat.

"Dampaknya tidak hanya pada Sungai, jalan yang biasa dilalui masyarakat untuk ke kebun juga terganggu, akibat lumpur," kata informan.

Sementara kondisi air Sungai yang tercemar, menurutnya, jangankan untuk mandi, sekedar keperluan wudu untuk shalat saja tak bisa dimanfaatkan lagi, saking keruhnya akibat hamburan PETI.

"Air sudah jadi lumpur, akibat aktivitas empat PETI tersebut," terang sumber yang tak ingin disebutkan namanya ini.

Tidak hanya itu, kolam masyarakat yang ada di aliran Sungai Piudang, juga terdampak akibat aktivitas PETI ini, sehingga para pemilik kolam tak bisa lagi menjalankan usahanya.

"Masyarakat sudah pada komplain, mereka terbilang bebas beroperasi," ujarnya.

Sumber berharap agar pihak Kepolisian turun untuk menertibkan aktivitas PETI ini, karena dampaknya sudah sangat meresahkan masyarakat.

Emapat PETI ini, kata sumber, berdasarkan keterangan pengurus di lapangan, inisial A dimiliki empat orang juga, masing-masing HR, IL, WM dan RG.

"Dalam menjalankan aktivitasnya mereka ini selalu menjual nama aparat (beking), sehingga mereka merasa aman," pungkas sumber.(***)

Sumber: Riauterkini



 
Berita Lainnya :
  • PETI Sungai Piudang Cemari Air, Warga Kuansing Sulit Mendapat Air Bahkan Hanya Untuk Berwudhu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved