Kuansing Dapat Kucuran Dana Rp23,7 Miliar dari Kementerian PU, Fokus Pembangunan Sarana Ketahanan Pangan
TELUKKUANTAN -Riau12.com -- Kunjungan roadshow Pemkab Kuansing yang dipimpin Bupati H Suhardiman Amby bersama Wakil Bupati H Muklisin, ke sejumlah kementerian RI termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU) beberapa bulan lalu, sedikit-demi sedikit mulai membuahkan hasil.
Pasalnya, di tahun 2025 ini, Kementerian PU RI menggelontorkan anggaran sebesar Rp23,7 miliar untuk Pemkab Kuansing. Anggaran ini dikucurkan untuk membangun jaringan irigasi air tanah (JIAT) sesuai program Inpres nomor 2 tahun 2025 untuk program ketahanan pangan nasional.
Anggaran sebesar Rp23,7 miliar itu dikucurkan dalam dua tahap untuk pembangunan jaringan irigasi daerah-daerah sawah tadah hujan dan memiliki sarana irigasi ini.
Tahap I, diperuntukan guna membangun lima titik jaringan irigasi air tanah. Masing-masing Desa Saik, Desa Sungai Manau di Kecamatan Kuantan Mudik. Lalu Desa Baruah Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya, Desa Pulau Tongah Desa Siberakun dan Desa Tanjung Simandolak Kecamatan Benai, dengan total anggaran Rp7,5 miliar.
"Lima titik tahap I ini sedang proses pelelangan oleh Kementerian PU," kata Kadis PUPR Kuansing Zulkarnain ST MSi lewat Kabid SDA Subid ST menjawab Riaupos.co, Rabu (2/7/2025) di Teluk Kuantan.
Sedangakan tahap II, lanjut Subid, ada sembilan titik yang akan dibangun jaringan irigasi air tanah dengan anggaran sebesar Rp16, 2 miliar. Sembilan titik itu, masing-masing Desa Banjar Guntung dua titik, Desa Kinali Kecamatan Kuantan Mudik dua titik, Desa Pulau Aro Kecamatan Kuantan Tengah, Desa Seberang Pulau Busuk Kecamatan Inuman, Desa Pulau Kalimanting, Desa Ujung Tanjung dan Desa Banjar Baru Simandolak Kecamatan Benai.
"Lelangnya juga dilakukan Kementerian PU. Kita hanya mengusulkan titik-titiknya," tambah Subid.
Pembangunan jaringan irigasi air tanah, memang difokuskan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, dimana di Kuansing difokuskan sektor persawahan padi. Dengan menyiapkan sistem pompanisasi air ke irigasi persawahan masyarakat. Sehingga kedepan, daerah-daerah yang akan dibangun jaringan irigasi ini memiliki ketersediaan air yang mencukupi. Hasilnya, produksi tanaman padi masyarakat di desa-desa ini meningkat.
Subid mengatakan, dengan efisiensi anggaran saat ini, harus banyak melakukan terobosan untuk membawa anggaran pusat ke daerah. Ini semua dilakukan Pemkab Kuansing agar pembangunan tetap berjalan.(***)
Sumber: Riaupos
Komentar Anda :