www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Bukit Betabuh Terbakar, Tiga Diduga Pelaku Ditangkap, Dalam 5 Bulan Karhutla di Riau Capai 109,43 Ha
Kamis, 29-05-2025 - 11:11:57 WIB

TERKAIT:
   
 

TELUKKUANTAN-Riau12.com- - Polres Kuantan Singingi (Kuansing) berhasil mengungkap tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh, Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Rabu (28/5).

Tiga orang yang diduga menjadi pelaku berhasil diamankan oleh Polres Kuansing. Pelaku berinisial AW, NK, dan AR diamankan di tiga lokasi berbeda di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh.

Mereka diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. “Tiga orang yang diduga menjadi pelaku sudah kita amankan,” ujar Kapolres Kuantan Singingi AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH melalui Kasatreskrim AKP Shilton SIK MH. 

Dijelaskan Shilton, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga pada Senin (26/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Informasi ini disampaikan kepada Kapolsek Kuantan Mudik IPTU Riduan Butar Butar SH MH yang segera memimpin tim menuju lokasi.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan lahan terbakar seluas lebih kurang dua hektare. Tim segera melakukan upaya pemadaman untuk mencegah meluasnya api. Keesokan harinya, Selasa (27/5) sekitar pukul 10.00 WIB dilakukan pemasangan garis polisi (police line) di lokasi kebakaran.

Kegiatan ini dipimpin Kanitreskrim Polsek Kuantan Mudik AIPDA Kartolo bersama tiga anggota. Di lokasi, ditemukan barang bukti berupa dua potong kayu bekas terbakar dan satu botol plastik berwarna hijau berisi campuran minyak dan oli kotor yang disembunyikan di bawah pohon sawit.

Lalu sekitar pukul 15.00 WIB, dia kembali menerima laporan dari masyarakat mengenai kebakaran tersebut. Berdasarkan petunjuk dari Kapolres Kuantan Singingi, Tim Analis Satreskrim segera melakukan profiling terhadap pelaku yang diduga terlibat dengan mengolah informasi dari TKP serta barang bukti yang ditemukan.

Upaya penyelidikan yang cepat dan terarah membuahkan hasil. Pada pukul 20.00 WIB, tiga orang yang diduga sebagai pelaku berhasil ditangkap secara serentak di beberapa lokasi berbeda.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 36 angka 17 dan angka 19 Jo Pasal 78 Ayat (3) dan Ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Selain itu, mereka juga disangkakan melanggar Pasal 78 ayat (4) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf d Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan/atau Pasal 108 Jo Pasal 56 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Dalam kasus ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi pihak yang dirugikan karena lahan yang terbakar merupakan kawasan hutan lindung yang dilindungi dan memiliki fungsi penting dalam menjaga ekosistem daerah.

Polres Kuansing mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut sangat berbahaya karena dapat menimbulkan karhutla yang berdampak pada kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, hingga kerugian ekonomi.

Polres Kuantan Singingi menegaskan komitmennya dalam melakukan patroli rutin dan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku pembakaran lahan. Masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Dengan pengungkapan kasus ini, diharapkan menjadi peringatan bagi siapa pun yang mencoba melakukan tindakan pembakaran lahan. Polres Kuantan Singingi akan terus bertindak cepat dan profesional dalam menjaga keamanan lingkungan dan hutan lindung sebagai warisan bersama.

Dumai Diguyur Hujan Deras

Wilayah Kota Dumai diguyur hujan deras hingga sampai menjelang Subuh, Rabu (28/5). Hujan turun merata di semua daerah termasuk di beberapa lokasi rawan terhadap karhutla. ’’Hujan turun mengguyur sekitar pukul 02.00 WIB. Kondisinya deras sekali dan baru berhenti menjelang Subuh,’’ kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dumai, Irawan Sukma AP MSi melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan Joko Susilo, Rabu (28/5).

Hasil pantauan di lapangan terutama di beberapa daerah rawan karhutla, tambah Joko, ternyata tidak ditemukan titik panas. ‘’Untuk sementara waktu ini, Dumai masih aman dari karhutla,’’ kata Joko seraya menambahkan walaupun cuaca panas, namun terkadang hujan turun mengguyur.

Seiring dengan itu, Tim Satgas Karhutla Kota Dumai masih terus tetap siaga. Hal ini dilakukan mengingat kondisi musim sudah masuk dalam musim kemarau. ‘’Kita dari tim tetap siaga dan terus melakukan komunikasi dengan semua pihak termasuk MPA yang ada di daerah-daerah rawan karhutla,’’ kata Joko.

Menyinggung kondisi daerah rawa seperti di daerah Tanjung Penyebal, Kecamatan Sungai Sembilan, Joko menjelaskan memang sempat diinfokan ada titik panas. Tapi, setelah ditelusuri di lapangan maupun menggunakan drone, ternyata tidak ditemukan adanya titik panas.

‘’Setelah dicek, ternyata memang tidak ditemukan titik panas di daerah itu,’’ kata Joko.

Sementara, sepanjang bulan Februari 2025, luas lahan yang terbakar di wilayah Kota Dumai mencapai 16.03 hektare, tersebar di enam lokasi di empat kecamatan. Yakni di Jalan Swadaya RT 02, Kecamatan Medang Kampai dengan luas lahan yang terbakar mencapai 0,5 hektare.

Titik Panas Mulai Turun 


Hingga Rabu (28/5) pukul 16.00 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengeluarkan informasi terkait titik panas yang terjadi di Riau. Tercatat, titik panas di Riau mulai menurun menjadi tujuh yang tersebar di tiga daerah.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Mari Frystine menjelaskan, total titik panas wilayah Sumatera berkisar 152 titik yang tersebar di sembilan provinsi yakni Sumatera Selatan 40, Sumatera Utara 34, Aceh 21, Sumatera Barat 21, Bengkulu 17, Riau 7, Jambi 7, Lampung 4, dan Bangka Belitung 1. “Untuk Riau titik panas terdeteksi di Kabupaten Rokan Hulu 5, Kota Dumai 1, dan Kabupaten Kampar 1,” ujarnya.

Karhutla di Riau Sudah 109,43 Hektare 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat total luas lahan terbakar sejak awal Januari  hingga saat ini (akhir Mei) telah mencapai 109,43 hektare (ha). Kabupaten Bengkalis menjadi daerah terdampak paling parah dengan luas kebakaran mencapai 31,20 hektare, disusul Dumai 16,53 hektare, Pelalawan 16,50 hektare, dan Indragiri Hilir 13 hektare.

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, sementara untuk wilayah lain seperti Rokan Hulu tercatat seluas 0,5 hektare, Rokan Hilir 0,25 hektare, Kepulauan Meranti 2,0 hektare, Siak 9,62 hektare, Pekanbaru 4,33 hektare, Kampar 4,50 hektare, dan Indragiri Hulu 11 hektare.

Sementara di Kuansing pihaknya belum mendapatkan laporan. “Sampai saat ini, total luas lahan yang terbakar sudah 109 hektare lebih. Ini jadi alarm bagi kita semua agar lebih waspada, apalagi menjelang puncak musim kemarau,” ujar Edy, Rabu (28/5).

Edy juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah karhutla. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar. BPBD Riau akan terus melakukan pemantauan titik panas dan memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, serta relawan di lapangan untuk mencegah perluasan kebakaran.

“Kami terus edukasi masyarakat dan lakukan patroli di wilayah rawan. Tapi yang paling penting adalah kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” jelasnya. 

Sementara itu, untuk bantuan helikopter water bombing dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Riau masih menunggu karena bantuan tersebut berproses. “Kalau untuk bantuan helikopter water bombing masih diproses. Prosesnya cukup lama karena banyak prosedur yang harus dilalui,” paparnya.(***)

Sumber: Riaupos



 
Berita Lainnya :
  • Bukit Betabuh Terbakar, Tiga Diduga Pelaku Ditangkap, Dalam 5 Bulan Karhutla di Riau Capai 109,43 Ha
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved