www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Limbahnya Diduga Racuni Biota Sungai Singingi, Bupati Kuansing Perintahkan PKS PT SIM Ditutup
Senin, 26-05-2025 - 14:38:56 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com - TELUKKUANTAN - Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, secara tegas meminta Kadis DLH untuk menutup Pabrik Kelapa Sawit milik PT. SIM terkait dugaan limbahnya yang mencemari Sungai Singingi, hingga menyebabkan matinya ikan sebagai bagian biota di Sungai tersebut.

"Sudah kita minta Kadis DLH untuk menutup PKS yang diduga mencemari Sungai Singingi," tegas Bupati Kuansing, saat bincang-bincang dengan riauterkini.com, Sabtu (24/5/2025) malam di kediamannya.

Intruksi ini disampaikan Bupati setelah dirinya mendapat laporan dari masyarakat, mengenai matinya ikan di Sungai Singingi, akibat luapan limbah diduga berasal dari PKS milik PT. Sawit Indah Makmur.

Arahan ini pun dintindaklanjuti langsung Kadis DLH Kuansing, Deflides Gusni, ia memastikan bahwa PKS milik PT. SIM saat tidak lagi boroperasi setelah diminta untuk tidak berproduksi.

"Sudah adinda," jawab Deflides Gusni, Ahad (25/4/2025) siang, saat dikonfirmasi terkait penghentian operasi PKS milik PT. SIM.

Pihak DLH sendiri sebelumnya sudah turun ke lokasi meninjau Sungai Singingi, yang telah berubah menjadi warna hitam hingga membuat ikan pada mati.

DLH juga telah mengambil sampel air untuk pengujian ke labotorium guna memastikan penyebab Sungai tercemar.

"Sudah, sampel juga sudah sampai pagi ini di laboratorium Mutu Agung Pekanbaru. Lab yang sudah terakreditasi Nasional," katanya.

Warga Petai, sebelumnya sempat dihebohkan melihat penomena ikan-ikan yang bermunculan ke permukaan Sungai, hingga mereka beramai-ramai menangkap ikan tersebut.

Ikan yang mati ini, terjadi dibeberapa aliran Sungai, mulai dari Desa Koto Baru, Petai, Kebun Lado, Muara Lembu, kondisi ini pun sudah viral di Medsos.(***)

Sumber: Riauterkini



 
Berita Lainnya :
  • Limbahnya Diduga Racuni Biota Sungai Singingi, Bupati Kuansing Perintahkan PKS PT SIM Ditutup
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved