Riau12.com--TELUKKUANTAN – Jamaah calon haji (JCH) kloter 10 asal Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mengeluhkan layanan syarikah haji. Tahun ini, ada delapan syarikah haji yang ditunjuk oleh otoritas Arab Saudi untuk melayani jamaah Indonesia.
Banyaknya syarikah ternyata berbanding terbalik dengan pelayanan yang diberikan. Kondisi ini dikeluhkan oleh JCH yang saat ini masih berada di Madinah.
Hal ini disampaikan Hendra, salah seorang JCH asal Kuansing, Kamis (15/5/2025) siang via WhatsApp. Menurutnya, keluhan atas pelayanan syarikah haji sudah menjadi isu secara nasional.
"Satu kloter diurus semua syarikah, mereka membagi nomor sekian sampai sekian syarikah ini, tanpa memperhatikan kondisi di lapangan. Akibatnya, ada JCH yang butuh pendamping, seperti anak atau pun suami, terpisah. Bukan hanya terpisah kamar, tapi terpisah hotel. Jarak hotelnya cukup jauh dengan kondisi suhu mencapai 45â°C," ujar Hendra.
Selama berada di Madinah, JCH akan berziarah ke makam nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi. Namun, hingga hari ini belum ada kejelasan dari syarikan terkait jadwal berkunjung ke Raudhah.
"Untuk ke sini, harus mendapatkan kartu nusuk. Kartu ini diunduh melalui aplikasi yang ditetapkan otoritas Arab Saudi. Karena tidak ada kejelasan dari syarikah, kami berinisiatif mendownload sendiri, ternyata itu tidak bisa masuk, alasannya aplikasi kolektif down," kata Hendra.
Kemudian, dalam mengisi aplikasi tersebut, banyak JCH yang tidak paham, terutama JCH kategori lansia. Harusnya, hal ini dilakukan secara kolektif dan diurus oleh syarikah.
"Kami berharap ada solusi dari panitia, kalau tidak bisa online, setidaknya ada kartu nusuk manual," kata Hendra.
Sementara itu, Hendra mengapresiasi layanan makan minum yang tepat waktu, tidak ada yang terlambat. Dalam bidang kesehatan, tim medis sangat responsif walaupun hotel berbeda.
"Alhamdulillah, seluruh JCH Kuansing dalam keadaan sehat walafiat," kata Hendra.(***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :