www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kebun Karet Pemkab Kuansing Hasilkan PAD Rp400 Juta Per Tahun
Kamis, 24-04-2025 - 13:35:15 WIB

TERKAIT:
   
 

TELUKKUANTAN -Riau12.com- Pemkab Kuansing terus memaksimalkan dan menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya dari hasil pengelolaan aset daerah berupa kebun karet di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah. 

Sejak pertengahan tahun 2024 lalu, Pemkab Kuansing lewat Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kuansing sudah menyerahkan pengelolaannya pada pihak ketiga. 

Di mana pihak ketiga yang memenangkan lelang pengelolaan kebun karet Pemkab Kuansing itu, punya kewajiban menyetorkan hasil pengelolaan sebesar Rp33 juta lebih per bulan. 

Angka itu ditetapkan berdasarkan perhitungan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pekanbaru. ‘’Patokan harga yang kita tetapkan pada pihak ketiga yang mengelola mengacu pada hasil perhitungan KPKNL Pekanbaru. Bukan perhitungan kita,’’ ungkap Kadisbunak Kuansing, Andriyama Putra Shut kepada Riau Pos, Rabu (23/4).

Dana hasil pengelolaan kebun karet Pemkab Kuansing itu disetorkan ke rekening Pemkab Kuansing. Dari hasil pengelolaan oleh pihak ketiga itu, kini kebun karet milik Pemkab Kuansing itu sudah menghasilkan PAD sebesar lebih kurang Rp400 juta per tahun. 

Dijelaskan Andriyama, dalam perhitungan penetapan harga yang wajib disetorkan per bulan pada Pemkab Kuansing oleh KPKNL sudah dihitung dari berbagai sisi. Misal, luas tegakan batang karet, umur, produksi maupun harga jual karet yang fluktuatif setiap pekan. 

Terkadang harga karet tembus Rp15.000 per kilogram. Terkadang turun dan bahkan sempat menembus Rp4.000 per kilogram.

‘’Makanya kita menggunakan KPKNL untuk menghitungnya sebagai patokan. Kalau tidak itu, kami tidak berani,’’ papar Andriyama. 

Saat ini, luas kebun karet pemkab di Desa Jake itu tinggal seluas 82 hektare, setelah dihibahkan 10 hektare untuk pembangunan Lapas Telukkuantan.(***)

Sumber: Riaupos



 
Berita Lainnya :
  • Kebun Karet Pemkab Kuansing Hasilkan PAD Rp400 Juta Per Tahun
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved