www.riau12.com
Kamis, 27-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Terungkap, Ada Cuan Rp 240 Miliar di Balik Sidak Bupati Kuansing Suhardiman Amby ke Sejumlah PKS
Kamis, 09-01-2025 - 15:33:26 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- KUANSING - Ternyata ada potensi uang masuk di balik Sidak ke sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang dilakukan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau Suhardiman Amby pada Selasa (7/1/2025) kemarin.

Besaran uang masuk yang tergambar usai Sidak pun bukan recehan.

Suhardiman Amby mengatakan ada potensi Rp 243 miliar per tahunnya.

Uang sebesar itu merupakan potensi yang akan mengalir masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD) Kuansing.

"Jika semua PKS yang beroperasi di Kuansing mematuhi aturan, ada potensi sebesar Rp 243 miliar untuk PAD. Hal ini adalah salah satu dari program 100 hari pemerintahan SDM," ujar Suhardiman Amby.

Untuk memastikan tidak adanya kebocoran PAD di sektor perkebunan, Suhardiman Amby telah membentuk tim audit terpadu yang terdiri dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Tim audit terpadu ini nantinya akan mengaudit seluruh PKS yang beroperasi di Kuansing.

"Dari audit itu nantinya tim akan menemukan permasalahan, tim audit akan melakukan pembinaan. Jika selama waktu tiga bulan belum juga ada perbaikan, kita akan tindak tegas," ujarnya.

Suhardiman Amby mengungkapkan adapun poin-poin yang menjadi titik fokus audit yaitu perizinan, AMDAL, tenaga kerja hingga asal tandan buah segar (TBS) yang menjadi bahan baku TBS.

Menurut Suhardiman, dari Sidak ke sejumlah PKS  beberapa hari yang lalu, ia menemukan PKS membeli TBS dari perkebunan yang masuk dalam kawasan hutan, seperti Tesso Nilo.

Suhardiman menjelaskan, sesuai aturannya PKS harus memiliki 20 persen lahan pendukung dari total kapasitasnya.

"Kalau kapasitas pabrik 60 ton per jam, pabrik tersebut harus memiliki lahan pendukung seluas 2.070 hektar," ujar Suhardiman.

Selain itu PKS juga harus melarang truk Over Dimension Over Loading (ODOL) pengangkutan TBS masuk.

Kemudian Suhardiman Amby juga menekankan agar truk pengangkut sawit yang beroperasi di Kuansing harus menggunakan plat nomor Kuansing.

"Ini banyak truk pengangkut sawit yang platnya asal luar kabupaten dan luar provinsi, ODOL pula," ujarnya.(***)

Sumber: Tribunpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Terungkap, Ada Cuan Rp 240 Miliar di Balik Sidak Bupati Kuansing Suhardiman Amby ke Sejumlah PKS
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved