www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Aksi Massa di Rupat Lumpuhkan Aktivitas PT Pria Tama Riau, Pemerintah Diduga Tidak Tegas
Kamis, 25-09-2025 - 15:36:29 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Rupat – Ribuan warga dari tiga wilayah Kecamatan Rupat, yakni Desa Darul Aman, Kelurahan Tanjung Kapal, dan Kelurahan Batu Panjang, melakukan aksi demonstrasi besar-besaran dengan menyegel akses jalan menuju perusahaan perkebunan PT Pria Tama Riau, Kamis (25/9/2025).

Aksi ini menjadi puncak kekecewaan masyarakat terhadap perusahaan yang dinilai tidak memiliki itikad baik dalam memenuhi kewajiban plasma 20 persen sebagaimana diatur dalam undang-undang. Penutupan jalan membuat seluruh aktivitas perusahaan lumpuh total.

Situasi memanas ketika perusahaan hanya mengirim staf humas untuk menemui warga. Langkah tersebut dianggap melecehkan aspirasi masyarakat yang mengharapkan kehadiran langsung pimpinan perusahaan untuk mencari solusi konkret.

Ketegangan meningkat saat Sekretaris Camat (Sekcam) yang hadir di lokasi justru diusir oleh massa. Warga menilai pejabat tersebut tidak berani bersikap tegas dalam memperjuangkan tuntutan mereka dan menilai pemerintah lebih berpihak pada perusahaan.

“Ini bukan lagi soal kompromi, ini soal hak masyarakat yang jelas diatur dalam undang-undang. Plasma 20 persen itu wajib, bukan pilihan. Kalau pemerintah hanya jadi tameng perusahaan, kami akan terus menutup akses ini sampai ada kepastian,” tegas salah seorang orator aksi.

Masyarakat memastikan penutupan akses jalan akan terus berlanjut hingga perusahaan bersedia bertanggung jawab memenuhi kewajiban plasma. Sejumlah tenda kini didirikan di depan pintu masuk perusahaan sebagai bentuk keseriusan warga untuk bertahan sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Sementara itu, Humas PT Pria Tama Riau, Thomas, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan atas aksi tersebut meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp oleh GoRiau.com.

Aksi warga Rupat ini menjadi sorotan karena menunjukkan ketegangan antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan terkait hak plasma, sekaligus menyoroti peran pemerintah dalam memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi.




 
Berita Lainnya :
  • Aksi Massa di Rupat Lumpuhkan Aktivitas PT Pria Tama Riau, Pemerintah Diduga Tidak Tegas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved