BENGKALIS-Riau12.com - Jelang Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-43 Tingkat Provinsi Riau di Bengkalis, penyeberangan di RoRo Air Putih dan Sungai Pakning masih terpantau lancar. Belum ada peningkatan antrean kendaraan. Kondisinya aman dan lancar.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Edi Kurniawan mengatakan, kondisi penyeberangan antar pulau Bengkalis masih terpantau normal, tidak terjadi peningkatan signifikan.
"Kalau kondisi masih normal, memang di Sungai Pakning udah mulai mengalir padat namun masih terpantau aman lancar. Sedangkan dari Bengkalis kondisi sepi,"ucap Edi Kurniawan, Kamis (26/6/2025).
Edi menginformasikan, kkemungkinan peningkatan kendaraan jelang MTQ terjadi pada petang nanti dan Jum'at besok. Hari ini katanya, kafilah mulai berdatangan. Sedangkan peserta pawai berdatangan besok.
"Kafilah siang ini sudah mulai ada yang masuk sedangkan untuk peserta pawai akan datang pada Jum'at,"terangnya.
Dishub kata, mengerahkan 5 unit armada RoRo untuk melayani penyeberangan. Selain itu jumlah petugas Dishub juga dilakukan penambahan untuk memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat yang masuk dan keluar Bengkalis.
"Kapal beroperasi 5 unit. Mulai hari ini 4 kapal yang jalan, unit ke 5 beroperasi jelang sore dan malam. Karena kalau kita operasikan semuanya dari pagi, penumpang juga belum begitu meningkatkan signifikan,"cakap Edi lagi.
Semua Kendaraan Bisa Masuk
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Edi Kurniawan menjelaskan, semua kendaraan bisa memasuki Pulau Bengkalis seperti biasanya. Kendatipun jumlah kendaraan akan mengalami peningkatan karena pelaksanaan MTQ.
Menurutnya, tidak ada larangan kendaraan dari Kabupaten/Kota masuk ke Bengkalis. 15 kendaraan yang dimaksud Dishub untuk kabupaten/kota itu adalah kendaraan yang diprioritaskan untuk melakukan penyeberangan dari tamu VIP kabupaten/kota.
Hal itu diterangkan karena sebelum beredar kabar bahwa kendaraan yang bisa masuk dari kabupaten/kota hanya 15 unit.
"Jadi begini, 15 kendaraan per kabupaten dan kota itu yang difasilitasi artinya yang diprioritaskan. Kalau ada warga dari kabupaten dan kota lain mau masuk menggunakan kendaraan itu dipersilakan tapi reguler, ikut antrian umum,"tegasnya.
Kendaraan lain yang menjadi prioritas adalah kendaraan muatan barang cepat rusak, seperti kendaraan bawa sayur, buahan, ikan dan BBM. Kendaraan tersebut diberikan penanda stiker dan menggunakan barcode.(***)
Sumber: Cakaplah
Komentar Anda :