www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kerusakan Hutan Mangrove Berhasil Dipulihkan Hingga 96 Persen
Rabu, 16-04-2025 - 13:39:41 WIB

TERKAIT:
   
 

BENGKALIS -Riau12.com-  Pemerintah Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, melalui keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan program konservasi, telah sukses menurunkan laju kerusakan hutan mangrove hingga 96 persen, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. 

Sedangkan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang melaksanakan program di Desa Teluk Pambang menyampaikan, laju degradasi mangrove yang sebelumnya mencapai rata-rata 27 hektare per tahun pada periode 2016–2021, kini menyusut drastis menjadi hanya 1 Ha per tahun sepanjang 2022-2024.

“Mangrove hasil rehabilitasi memerlukan waktu sekitar 40 tahun, untuk kembali menyimpan karbon seperti semula atau bahkan bisa jadi tidak tercapai. Oleh karena itu, perlindungan mangrove yang masih ada saat ini adalah langkah mitigasi paling strategis,” ujar Senior Manager Ketahanan Kawasan Pesisir YKAN Mariski Nirwan di Bengkalis, Selasa (15/4).

Ia menyebutkan, program yang dilaksanakan di Desa Teluk Pambang dengan mengusung pendekatan Nature-based Solutions (NbS), yang menempatkan perlindungan mangrove sebagai strategi utama mitigasi perubahan iklim. 

“NbS ini menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga ekosistem pesisir,” jelasnya.

Dikatakannya, di Desa Teluk Pambang semangat konservasi tumbuh pesat dengan jumlah warga yang aktif dalam pengelolaan mangrove meningkat dari hanya 5 orang menjadi 170 orang. Mereka tergabung dalam Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dan secara rutin melakukan patroli serta pengawasan kawasan mangrove desa dan sekitarnya.(***)

Sumber: Riaupos



 
Berita Lainnya :
  • Kerusakan Hutan Mangrove Berhasil Dipulihkan Hingga 96 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved