Kelompok Konservasi Dilatih, Pemantauan Peningkatan Air Laut
Selasa, 13-08-2024 - 14:27:54 WIB
Riau12.com-BENGKALIS- Kelompok konservasi mangrove mengikuti pelatihan restorasi mangrove dan pengukuran kenaikan permukaan air laut atau Training Mangrove Restoration, Coastal Erosion and Sea Level Rise Monitoring yang digekar Global Environment Center (GEC) Riau, Yayasan Gambut (YG) dan LSM Bahtera Melayu Bengkalis di Balai Diklat Bengkalis Desa Kelapapati, Senin (12/8).
Camat Bengkalis Taufik Hidayat mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara pelatihan, dan ucapan terima kasih juga kepada para peserta baik dari tuan rumah Desa Kelapapati Kelompok Konservasi Paghet Seghaghah dan Kelompok Konservasi Sekat Bakau Desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu.
“Kami dari pihak pemerintah Kecamatan Bengkalis sangat mendukung kegiatan seperti ini, semoga para peserta kelompok penggiat mangrove dapat menyerap ilmu dengan baik. Sehingga dapat diterapkan di masing-masing kawasan pengelolaan mangrove,†ujarnya.
Menurut Taufik, manfaat dari mangrove ini sangat banyak sekali, selain melindungi daerah pesisir dari abrasi, tanaman mangrove mampu menyerap emisi yang terlepas dari lautan dan udara.
“Kami nantinya akan berupaya mengarahkan pihak desa memanfaatkan dana Bermasa, guna mendukung program pengelolaan mangrove ini, karena kita harus bangga bahwa program Bupati kita Kasmarni-Bagus Santoso melalui dana Bermasa ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, termasuk pengelolaan lingkungan,†jelasnya.
Sekretaris Eksekutif Bahtera Melayu, Khairul Saleh mengatakan, kegiatan ini sebenarnya disponsori oleh GEC dan YG Riau, telah melakukan asesmen pada bulan Mei tahun 2023.
“Alhamdulillah mereka sudah membantu Kelompok Konservasi Paghet Seghaghah Kelapapati ini pada pembibitan mangrove, sementara Kelompok Sekat Bakau Desa Buruk Bakul telah berjalan lebih dulu dibantu oleh GEC,†jelas Khairul.
Direktur Yayasan Gambut Riau Rianda mengatakan, program Global Environment Center ini untuk di Indonesia hanya di Riau tepatnya di Bengkalis dan khususnya Desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu dan Desa Kelapa Pati Kecamatan Bengkalis.
“Kami berharap program ini juga akan berlanjut namun yang terpenting kelompok mangrove harus siap dan bersemangat, karena program restorasi mangrove juga dibantu lembaga Bahtera Melayu yang sudah sangat berpengalaman di bidang mangrove ini,†ujarnya.(***)
Sumber: Riaupos
Komentar Anda :