KPU Bengkalis Akui Ada Petugas Pantarlih Tak Dilengkapi Atribut
Kamis, 04-07-2024 - 17:35:27 WIB
riau12.com BENGKALIS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis mengakui adanya petugas Panitia Pemuktahiran Data Pemilih (Pantarlih) yang tak dilengkapi atribut. Namun kondisi ini bukanlah hal yang disengaja, melainkan adanya kekurangan atribut yang disediakan, khususnya rompi.
"Ya, memang atribut anggota Pantarlih untuk Kabupaten Bengkalis ada kekurangan, khususnya rompi," ujar Ketua KPU Kabupaten Bengkalis Agung Kurniawan yang dikonfirmasi Riaupos.co, Kamis (4/7/2024).
Ia menyebutkan, kondisi ini tidak hanya di Bengkalis saja, tapi di semua kabupaten/kota juga mengalami kekurangan. Karena penyedianya kewalahan, akibat waktu yang mepet saat pesanan dibuat.
"Kami juga sudah berkirim surat pemberitahuan kepada Bawaslu Bengkalis terkait belum lengkapnya alat kerja. Tapi dari beberapa hari yang lalu sudah kita minta ke penyedia agar rompi bisa sampai di Bengkalis dalam pekan itu juga. Untuk masalah identitas diri (ID) tanda pengenal, memang ada beberapa petugas kita belum menuliskan dan menempel foto. Ini jadi bagian evaluasi dan sudah kita tindak lanjuti," ujarnya.
Terhadap kondisi itu, masyarakat menilai KPU tidak profesional dalam menjalankan tugas. Karena petugas Pantarlih Pemilu 2024, yang merupakan ujung tombak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis dibiarkan bekerja tanpa identitas dan atribut resmi.
Hal itu berdasarkan temuan dan protes warga Kecamatan Bengkalis pada pekan lalu yang rumahnya didatangi petugas pantarlih. Seperti yang diungkapkan Abdul Rahman Siregar (45) warga Desa Wonosari, RT 002/RW 005. Dalam beberapa hari ini, di Pulau Bengkalis ada kelompok masyarakat, yang mengaku petugas Pantarlih melakukan pendataan, namun tidak dibekali identitas.
Sehingga warga banyak yang protes, karena tidak profesionalnya Pantarlih saat mendata ke rumah masyarakat. Pantarlih datang tanpa atribut rompi, kemudian kartu bed identitasnya kosong.
"Kami sebagai masyarakat kurang yakin dengan petugas Pantarlih yang datang tanpa dilengkapi atribut. Saya tanya, petugas itu menjawab rompi tidak cukup dan bed identitasnya juga kosong, lalu saya kros cek nama saya ternyata tidak ada di dalam berkas tersebut," ucap Abdul Rahman.
Sehingga kata Rahman, petugas Pantarlih malah memanggil Panwaslu Kecamatan Bengkalis. Namun petugas Panwaslu malah berpihak kepada petugas Pantarlih tanpa identitas tersebut.
"Minta kartu keluarga dan memotretnya, lantas pulang dan berjanji kembali bersama petugas, namun saya tidak berada di rumah ternyata datang kembali menyelesaikan tugasnya dengan petugas data yang lain bersama Panwaslu serta menyampaikan dokumen yang ditanda tangani istri yang berada di rumah waktu itu," ucapnya.
Sementara itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bengkalis, sebelumnya sudah menyampaikan pemberitahuan secara bersurat kepada KPU Kabupaten Bengkalis terkait kekurangan atribut.
"Protes warga ini wajar. Karena kami juga sudah sampaikan pemberitahuan secara bersurat kepada KPU, terkait kekurangan atribut, karena anggarannya ada," ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkalis Usman.
sumber : riaupos
Komentar Anda :