www.riau12.com
Sabtu, 22-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Enam Nelayan Bengkalis Ditahan Marine Malaysia
Sabtu, 08-06-2024 - 18:39:37 WIB

TERKAIT:
   
 

riau12.com BENGKALIS - Enam nelayan tradisional Kabupaten Bengkalis ditangkap petugas Marine Malaysia, 5 Juni 2024 karena diduga melewati batas teritorial antara Indonesia dengan Malaysia.

Ke enam nelayan itu adalah warga asal Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau. Diduga mereka ditangkap saat menangkap ikan menggunakan dua buah perahu nelayan.

Kabar ditahannya nelayan tradisional itu disampaikan oleh Mastura (46), salah satu istri nelayan yang turut ditahan marine Malaysia.

Dia mengatakan bahwa pada Kamis 6 Juni 2024 sekira pukul 17.00 Wib mengatakan suaminya yang bernama Fauzan dan rekan nelayan lainnya telah ditahan oleh petugas marine malaysia.

"Suaminya saya bernama fauzan dan rekan rekan nelayan ditahan petugas Malaysia di Batu Pahat. Informasi diterima saat suaminya video call dengan istrinya. Setelah itu gak bisa dihubungi lagi," beber Mastura, Sabtu 8 Juni 2024.

Terpisah, Kepala Desa Muntai, Muhammad Nurin mengungkapkan bahwa 6 orang Nelayan asal warga Desa Muntai yang ditahan diantaranya, Fauzan (56) warga dusun pusaka Desa Muntai, Muslim (46) warga Dusun Tua Desa Muntai, Agus (53) warga Dusun Tua Desa Muntai, Indri (36) warga Dusun Tua Desa Muntai, Sarmin (40) warga Dusun Tua Desa Muntai dan Sudirman (47) warga Kembung Baru.

"Kronologis yang saya terima, bahwa pada Rabu tanggal 5 Juni 2024 sore kemarin, sebanyak 6 Orang nelayan yaitu 5 orang warga Desa Muntai dan 1 orang warga Desa Kembung Baru yang berstatus sebagai nelayan pergi menjaring atau menangkap ikan di perairan laut Muntai perbatasan langsung dengan Selat Melaka dengan kondisi alam yaitu angin kencang sehingga  perahunya melewati batas negara tetangga," terang Kades Muntai

Kades juga mengakui telah mendapatkan keterangan dari Fauzan salah satu nelayan yang ditahan marine malaysia tersebut.

"Pengakuan warga kita tersebut kepada saya, Mereka ditahan petugas Malaysia dan membawa warga nelayan sebanyak 6 orang 2 buah perahu ke Batu Pahat Malaysia dengan alasan Nelayan Indonesia melewati batas negaranya,"  pungkasnya.
suber : riauonline



 
Berita Lainnya :
  • Enam Nelayan Bengkalis Ditahan Marine Malaysia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved