Penjaga Sungai Undan Berakhir Tragis, Buaya 5,7 Meter Mati Meski Telah Mendapat Perawatan Maksimal
Jumat, 21-11-2025 - 09:41:05 WIB
Riau12.com-TEMBILAHAN – Si Undan, buaya muara sepanjang 5,7 meter yang sempat menjadi perhatian publik, akhirnya mati setelah menjalani perawatan selama 19 hari di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (20/11/2025). Buaya raksasa berbobot 585 kilogram itu sebelumnya mengalami luka dan infeksi serius setelah ditangkap warga di Sungai Undan, Kecamatan Reteh, pada 31 Oktober 2025.
Kepala DPKP Inhil, Junaidi Ismail, membenarkan kabar kematian buaya bernama latin crocodylus porosus tersebut. Menurutnya, berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan dengan dukungan dari sejumlah pihak, namun kondisi Si Undan terus mengalami penurunan drastis. “Berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan, mulai dari pengawasan ketat hingga tindakan medis yang memungkinkan. Namun kondisinya semakin melemah dan akhirnya tidak dapat diselamatkan lagi,” jelas Junaidi.
Ia menyebutkan, observasi intensif dilakukan beberapa jam sebelum hewan predator itu dinyatakan mati. Salah satu faktor yang memperparah kondisi Si Undan adalah perilakunya yang menolak makan selama lebih dari 20 hari. Selain itu, luka lecet di kaki dan tangan serta infeksi yang dialami turut memperburuk kesehatan buaya tersebut sepanjang proses perawatan.
Setelah dinyatakan mati, DPKP Inhil langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, antara lain BBKSDA Riau, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Padang, serta Loka Kawasan Perairan Nasional Pekanbaru, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Koordinasi ini dilakukan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan terhadap bangkai buaya raksasa tersebut.
“Kita masih menunggu arahan lebih lanjut, apakah bangkainya akan dikuburkan atau dilakukan pengawetan untuk keperluan penelitian,” tambah Junaidi.
Penangkapan Si Undan pada akhir Oktober lalu sempat menghebohkan warga. Buaya tersebut ditangkap secara gotong royong oleh masyarakat Desa Sungai Undan menggunakan tali setelah terlihat masuk ke parit anak dan mendekati permukiman warga. Usai ditangkap, buaya dievakuasi menggunakan mobil double cabin dan dibawa ke Tembilahan melalui perjalanan darat selama sembilan jam.
Kendati berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan, nasib Si Undan berakhir tragis. Kini masyarakat dan otoritas terkait menunggu keputusan akhir mengenai penanganan bangkai buaya yang sempat menjadi perhatian besar di Inhil tersebut.
Komentar Anda :