www.riau12.com
Rabu, 19-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Dialog Hangat di Tembilahan, HMI Pertanyakan Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Inhil
Selasa, 09-09-2025 - 12:01:22 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-TEMBILAHAN – Suasana akrab penuh dialog mewarnai acara silaturahmi Kamtibmas yang digelar Polres Indragiri Hilir (Inhil) di Trezora Resto Tembilahan, Senin (8/9/2025) malam. Kegiatan ini menghadirkan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat untuk memperkuat komunikasi serta menjaga kondusifitas wilayah.

Namun, kehangatan diskusi tersebut diwarnai dengan suara kritis dari organisasi mahasiswa. Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tembilahan, M. Yusuf, menyampaikan pandangan tajam mengenai arah kebijakan pembangunan di Inhil yang dinilai masih bersifat reaktif.

“Kita ini gagap dalam mengambil keputusan. Kadang harus menunggu sesuatu terjadi dulu baru bertindak. Padahal kebijakan seharusnya dirancang dengan matang, baik dalam aspek edukatif maupun yudikatif,” tegas Yusuf.

Menurutnya, Kabupaten Inhil membutuhkan grand desain pembangunan yang jelas agar kebijakan tidak hanya sekadar memadamkan masalah ketika muncul, melainkan juga bersifat preventif dan visioner.

“Grand desain Inhil ini mau dibawa ke mana? Jangan sampai kita hanya sibuk memadamkan api tanpa menyiapkan langkah antisipasi,” tambahnya.

Silaturahmi Kamtibmas yang digagas Polres Inhil sejatinya menjadi ruang komunikasi dua arah antara aparat dan masyarakat. Kehadiran gagasan kritis dari mahasiswa memberikan warna baru, yakni dorongan agar pembangunan daerah tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Yusuf juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sipil. Edukasi publik dan penegakan aturan, katanya, harus berjalan seimbang demi terciptanya harmoni sosial dan kepastian hukum.

Suara kritis HMI ini menjadi pengingat bahwa arah pembangunan Inhil bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga milik seluruh elemen masyarakat.




 
Berita Lainnya :
  • Dialog Hangat di Tembilahan, HMI Pertanyakan Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Inhil
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved