Riau12.com-INDRAGIRI HILIR – Ironi pendidikan kembali tersaji di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Saat sejumlah pejabat menikmati tunjangan fantastis, ratusan siswa SD Negeri 004 Desa Sungai Laut, Kecamatan Tanah Merah, justru harus berjuang menuntut ilmu dengan kondisi memprihatinkan.
Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1974 itu kini nyaris roboh. Plafon bocor ditutup terpal, lantai rusak, dinding lapuk, hingga atap rawan runtuh. Karena ruang kelas tak layak digunakan, hampir 400 siswa terpaksa belajar lesehan di lantai kayu teras sekolah tanpa meja dan kursi.
“Kalau hujan atau air pasang, sekolah bisa tergenang sampai lutut orang dewasa. Anak-anak terpaksa dipulangkan,†ujar Kepala Sekolah SDN 004 Sungai Laut, Soharto, Senin (1/9).
Dengan 13 rombongan belajar, sekolah ini harus menerapkan sistem dua shift, pagi dan siang. Namun keterbatasan ruang membuat proses belajar jauh dari kata layak. Apalagi lokasi sekolah hanya bisa diakses melalui jalur laut, sehingga warga tidak punya pilihan lain.
Soharto menuturkan, rehabilitasi terakhir dilakukan pada 2017. Usulan perbaikan total sudah berulang kali diajukan ke Dinas Pendidikan, namun terkendala anggaran. “Memang sudah beberapa kali direspons untuk diusulkan, hanya kami masih menunggu. Hal ini bisa ditanyakan langsung ke dinas,†katanya.
Kondisi memilukan itu pertama kali mencuat saat reses anggota DPRD Inhil, HM Yusuf Said. Ia mengaku prihatin dan berjanji akan memperjuangkan pembangunan sekolah tersebut. Ketua DPRD Inhil, Iwan Taruna, bahkan menyebut situasi ini sebagai darurat pendidikan.
“Bangunan sekolah ini bukan hanya tidak layak, tapi sudah sangat berbahaya. Atap bisa runtuh kapan saja, lantai tergenang air pasang, dan anak-anak harus belajar di lantai,†tegas Iwan dalam rapat dengar pendapat (hearing) di DPRD Inhil.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Inhil, Fauzan Amrullah, menyebut pihaknya sudah mengusulkan pembangunan ke pemerintah pusat dan provinsi. “DED (Detail Engineering Design) sedang disiapkan tahun ini. Insyaallah 2026 bisa terlaksana. Total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp3 miliar,†ungkapnya.
Meski demikian, Fauzan menegaskan pihaknya akan tetap berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik meski dengan anggaran terbatas. “Kami berharap dukungan semua pihak agar anak-anak Inhil mendapat fasilitas belajar yang layak,†pungkasnya.
Komentar Anda :