Puluhan Siswa SD dan TK Keracunan di Inhil, DPRD Riau Minta Evaluasi Total Program MBG
Riau12.com-PEKANBARU – Sebanyak 24 anak SD dan TK di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan akibat dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden yang terjadi pada Sabtu (23/8/2025) ini memicu sorotan tajam dari anggota DPRD Riau, Andi Darma Taufik.
Korban keracunan mayoritas berasal dari SDN 032 Tembilahan, sementara sisanya dari TK Faturrahman dan SDN 08 Tembilahan. Para siswa mengeluh mual dan muntah usai mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program pemerintah tersebut.
Andi Darma Taufik, legislator dari daerah pemilihan Inhil, menyayangkan kejadian ini karena dapat menimbulkan rasa takut di kalangan orang tua.
“Dengan peristiwa keracunan ini, pertama bisa menghantui orang tua, dan bisa mengancam nyawa peserta didik ke depannya,†kata Andi, Minggu (24/8/2025).
Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) harus memperketat standar pelaksanaan MBG, terutama terkait higienitas dapur. Ia menilai banyak dapur penyedia makanan belum memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).
“Persiapan hingga penyajian harus diperhatikan. Standar dapur hari ini masih seadanya, belum SNI. Tidak bisa alakadarnya, jangan hanya mengejar jumlah titik tanpa memikirkan kualitas,†tegasnya.
Andi yang juga berlatar belakang perawat menduga keracunan disebabkan virus atau bakteri dalam makanan. Karena itu, ia meminta evaluasi menyeluruh mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga penyajian makanan.
“Untung kejadian di kota, kalau di desa bagaimana? Kalau keracunan di pelosok Inhil, layanan kesehatan tidak ada. Makanya harus jelas semua kegiatan ini,†ujarnya.
Selain faktor higienitas, Andi juga menyoroti kurangnya koordinasi pusat dan daerah dalam distribusi program. Ia menilai anak-anak di pelosok seharusnya mendapat prioritas.
“Anak di pelosok juga punya hak, tapi sampai sekarang belum. Seharusnya mereka yang didahulukan,†tambahnya.
Kasus ini menambah daftar persoalan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis di daerah. Hingga kini pihak terkait masih melakukan penelusuran penyebab pasti keracunan massal tersebut.
Komentar Anda :