Riau12.com-INHIL - Seorang siswa sekolah dasar di Kuala Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mengalami luka serius setelah sebuah tiang listrik berkarat roboh dan menimpanya pada Rabu (4/6/2025) pagi.
Insiden ini terjadi saat jam istirahat sekolah, memicu keprihatinan dan kemarahan warga atas dugaan kelalaian pihak berwenang.
Kronologi Kejadian Tiang Listrik Roboh
Kejadian bermula ketika tiang listrik yang terletak di belakang salah satu SD di Kuala Enok tiba-tiba tumbang.
Saksi mata menyebutkan bahwa kondisi tiang sudah lama dikeluhkan warga karena dipenuhi karat dan terlihat lapuk.
"Kami sebenarnya sudah khawatir karena tiangnya goyang setiap kali angin kencang. Tiba-tiba saja, saat anak-anak baru saja keluar istirahat, tiang itu roboh dan menimpa kepala seorang siswa," ujar seorang guru yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari unggahan Facebook warga bernama Fitriadi Adi.
Siswa tersebut langsung tersungkur dengan luka di bagian kepala dan mengalami trauma pada bagian bawah tubuhnya.
Teman-temannya yang berada di sekitar lokasi langsung berteriak meminta pertolongan. Korban segera dilarikan ke Unit Gawat Darurat Puskesmas Tanah Merah oleh pihak sekolah dibantu warga sekitar.
Menurut petugas medis yang menangani, kondisi korban cukup mengkhawatirkan. "Kita masih menunggu hasil rontgen dan observasi dokter. Saat ini, anak tersebut mengalami benjolan besar di kepala dan belum dapat menggerakkan kakinya. Semoga tidak ada cedera permanen di tulang belakang atau ototnya," terang seorang perawat jaga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menanti hasil pemeriksaan lanjutan dan berharap penanganan di rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.
Insiden ini sontak memicu kemarahan warga sekitar yang merasa keluhan mereka selama ini telah diabaikan. Banyak yang menyayangkan tidak adanya tindakan dari PLN maupun dinas terkait, meskipun kondisi tiang sudah sangat mengkhawatirkan.
"Kami sudah lapor dari tahun lalu. Bahkan beberapa kali kami foto dan kirim ke kantor PLN terdekat, tapi tiangnya tetap dibiarkan berdiri seperti itu," kata salah satu warga. Warga tersebut berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.
Fitriadi Adi, warga yang pertama kali membagikan peristiwa ini di media sosial, juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawasi lingkungan, terutama fasilitas publik yang berisiko membahayakan.
Menanggapi kejadian ini, Januari selaku Manajer PLN Tembilahan menyatakan bahwa wilayah kejadian berada di bawah Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Enok.
"Peristiwa ini sudah kami terima laporannya. Tim dari ULP Kuala Enok telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, Polsek Tanah Merah, serta Polres Inhil," ujar Januari saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeliharaan bertahap sejak tahun 2024 dan berlanjut hingga tahun ini.(***)
Sumber: Halloriau
Komentar Anda :