www.riau12.com
Minggu, 23-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Tercapai 43 Ribu Ton, Pemkab Inhil Bahas Pengadaan dan Penjualan Beras
Rabu, 05-03-2025 - 13:31:08 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com - Realisasi pengadaan beras hingga Maret 2025 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mencapai 43 ribu ton, jumlah ini tercatat dari target 70 ribu ton.

Ini diutarakan Bulog Tembilahan dalam rapat yang berlangsung di ruang Diskominfops pada Selasa (4/3).

Dalam pertemuan itu juga terkuak, produksi gabah di wilayah kerja Bulog Tembilahan diperkirakan mencapai 45.025 ton pada April mendatang, dengan estimasi produksi beras sebesar 24.763,97 ton.

Bupati Herman menekankan pentingnya stabilitas harga beras di tingkat petani dan konsumen. Saat ini, harga Gabah Kering Panen (GKP) di Kabupaten Indragiri Hilir berkisar antara Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram. 

Sementara itu, harga beras di penggilingan mencapai Rp12.000/kg untuk beras jenis Pulen dan Rp14.000 – Rp15.000/kg untuk beras jenis Pera.

"Dalam situasi ekonomi yang terus berkembang, kita harus memastikan keseimbangan antara harga jual petani dan keterjangkauan harga bagi masyarakat. Bulog memiliki peran penting dalam menyerap beras dengan harga yang wajar guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran," ujar Bupati Herman.

Selain itu, rapat juga membahas mekanisme penjualan beras oleh Bulog. Penjualan beras dapat dilakukan melalui dua mekanisme utama, yaitu melalui program pemerintah (PSO) dan secara komersial.

Untuk penjualan komersial, Bulog mempertimbangkan analisa harga pasar serta faktor biaya operasional lainnya. Beras yang dijual bisa dikemas dengan merek Bulog atau dikemas ulang dalam kemasan komersial untuk didistribusikan ke berbagai pihak, termasuk pengecer dan swasta.

Bulog Tembilahan menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung kebijakan daerah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras di Indragiri Hilir.

“Kami terus berupaya menyerap beras petani dengan harga yang kompetitif dan menyalurkan ke pasar sesuai dengan regulasi yang berlaku," katanya.

Dengan langkah strategis yang dibahas dalam rapat ini, diharapkan ketersediaan dan stabilitas harga beras di Kabupaten Indragiri Hilir tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau tanpa merugikan petani lokal.(***)

Sumber: Riaumandiri



 
Berita Lainnya :
  • Tercapai 43 Ribu Ton, Pemkab Inhil Bahas Pengadaan dan Penjualan Beras
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved