www.riau12.com
Minggu, 23-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Disbun Inhil: Panen Kelapa Potensi Belum Stabil dalam Beberapa Bulan ke Depan
Minggu, 02-03-2025 - 10:12:43 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-TEMBILAHAN – Produksi kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diperkirakan masih belum stabil dalam enam bulan ke depan akibat cuaca yang tidak menentu. Dinas Perkebunan (DisBun) Inhil mengungkapkan bahwa fenomena perubahan iklim, seperti El Niño yang terjadi dalam dua tahun terakhir, telah berdampak signifikan terhadap hasil panen kelapa dan menyebabkan pasokan rutin menjadi tidak pasti.

Kepala Dinas Perkebunan Inhil, Sutarno Wandoyo, menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan utama dalam produksi kelapa. "Menghadapi musim pancaroba, kami mengimbau para petani untuk menjaga kebun mereka dengan baik agar dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan," ujarnya.
Salah satu ancaman utama terhadap panen kelapa adalah sistem drainase kebun yang tidak optimal. "Petani harus memperhatikan sistem tata air, terutama trio tata dan parit, untuk mencegah pendangkalan dan genangan air akibat perubahan cuaca serta pasang laut," tambah Sutarno.

Curah hujan yang tidak menentu juga berdampak pada pertumbuhan dan hasil panen kelapa. Oleh karena itu, Dinas Perkebunan Inhil terus mendorong petani untuk menerapkan perawatan kebun yang lebih intensif. "Jika kebun dirawat dengan baik, dampak penurunan produksi dapat ditekan sehingga tidak terlalu signifikan," jelasnya.

Sutarno juga mengimbau para petani agar tidak terburu-buru memanen kelapa yang masih muda. "Jangan sampai karena harga sedang tinggi, semua tandan dipanen. Hal ini bisa mengganggu keseimbangan produksi dan membuat petani kehilangan stok kelapa untuk bulan-bulan mendatang," tegasnya.
Dalam Webinar yang diselenggarakan Pusat Riset Tanaman Perkebunan Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 28 Februari 2025, sejumlah pakar membahas tantangan produktivitas kelapa.

Prof. Dr. Ir. Novarianto Hengky, M.S., Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Perkebunan - ORPP BRIN, menjelaskan bahwa produktivitas kelapa mengalami penurunan akibat dampak El Niño tahun 2023. "El Niño yang berlangsung selama 4-5 bulan pada 2023 memberikan dampak kemarau panjang yang memengaruhi tanaman kelapa hingga dua tahun ke depan. Saat ini, produktivitas mengalami penurunan akibat fenomena tersebut," ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan tata air di daerah pasang surut. "Jika air berlimpah dan tata air tidak dikelola dengan baik, genangan dapat menyebabkan kelapa mati, dan hal ini sudah terjadi di beberapa perkebunan," tambahnya.

Sementara itu, Dr. Ir. Ismail Maskromo, M.Si., Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Perkebunan - ORPP BRIN, menyebut bahwa El Niño dan La Niña memiliki pengaruh signifikan terhadap panen kelapa. "Musim kering yang berkepanjangan dapat memengaruhi produksi kelapa hingga 1,5 hingga 2 tahun ke depan, karena proses pembentukan buah kelapa dimulai sejak dua tahun sebelumnya," jelasnya.
Beberapa petani di Inhil dilaporkan mengalami penurunan hasil panen yang cukup drastis. "Biasanya, petani bisa menghasilkan 8.000 butir kelapa per hektar, tetapi dalam beberapa bulan terakhir hanya sekitar 2.000 butir per hektar akibat faktor iklim," tambahnya.

Selain faktor cuaca, dalam tiga bulan terakhir petani di Inhil juga menghadapi serangan hama kumbang tanduk, yang menjadi ancaman besar bagi perkebunan kelapa. Serangan hama ini dapat menyebabkan pohon kelapa mati dan berdampak langsung pada hasil panen serta perekonomian petani.

Menurut Kepala DisBun Inhil, Sutarno Wandoyo, hama ini sering berkembang akibat proses peremajaan kelapa yang tidak dikelola dengan baik. "Batang kelapa yang ditebang harus dikelola dengan benar, jika tidak, akan menjadi tempat berkembang biaknya kumbang tanduk," jelasnya.

Sutarno menekankan bahwa salah satu langkah pencegahan efektif adalah dengan melakukan perawatan kebun secara rutin. "Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jika kebun dirawat dengan baik, hama ini bisa dikendalikan," tambahnya.

Selain itu, metode peremajaan kelapa yang tepat juga diperlukan agar tidak memicu serangan hama. "Jangan menebang semua pohon kelapa secara bersamaan. Sisakan sekitar 100 meter dari pohon yang masih produktif, dan baru setelah dua tahun sisa pohon tersebut dapat ditebang," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Inhil juga mengingatkan petani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain melanggar aturan, metode ini dapat merusak ekosistem dan memperburuk penyebaran hama.

Dengan berbagai upaya mitigasi yang dilakukan, Dinas Perkebunan Inhil berharap para petani dapat menjaga stabilitas hasil panen dan mengurangi ketidakpastian dalam pasokan kelapa di masa mendatang.(***)

Sumber: Goriau 




 
Berita Lainnya :
  • Disbun Inhil: Panen Kelapa Potensi Belum Stabil dalam Beberapa Bulan ke Depan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved