www.riau12.com
Senin, 24-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Kini Rp5.800 per kilogram, Harga Kelapa di Inhil Terus Merosot, Petani Terjepit Pasar Ekspor?
Kamis, 27-02-2025 - 09:58:21 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-TEMBILAHAN – Harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir terus merosot dalam 10 hari terakhir. Dari sebelumnya bertahan di angka Rp7.200 per kilogram, kini harga komoditas utama masyarakat setempat turun menjadi Rp5.800 per kilogram.

Ironisnya, penurunan harga ini terjadi bersamaan dengan diterbitkannya nota dinas oleh Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian RI No: 74/IA/IND/II/2025 tertanggal 21 Februari 2025. Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan yang diajukan Pemerintah Provinsi Riau bersama Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI).

Gubernur Riau juga telah mengirim surat bernomor B/500.1.1/047.1/DPP-SET/2025 kepada Kementerian Perindustrian RI yang berisi permintaan mitigasi atas kelangkaan kelapa. Hal senada turut disampaikan HIPKI melalui surat No: 001/HIPKI-SPm/1/2025.

Ketua Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia Wilayah Riau, Burhan Rafik, menanggapi kondisi ini. Menurutnya, moratorium ekspor kelapa belum diberlakukan, sehingga petani masih memiliki kebebasan dalam menentukan harga.

"Kelapa kita saat ini belum ada moratorium, sehingga pasar ekspor tetap terbuka. Ini sebenarnya menguntungkan petani karena mereka bisa mencari harga terbaik," ujar Burhan, Rabu (26/2/2025).

Namun, ia juga menegaskan bahwa seharusnya Pemerintah Provinsi Riau lebih berpihak kepada petani dengan menetapkan harga dasar kelapa agar mereka tidak dirugikan.

"Kami mendorong agar pemerintah menetapkan harga dasar kelapa minimal Rp5.000 per kilogram," lanjutnya.

Burhan menilai harga tersebut sudah sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini, mengingat harga kebutuhan pokok terus meningkat setiap tahunnya. Menurutnya, harga Rp2.000 per kilogram yang sempat terjadi di masa lalu sudah tidak relevan lagi bagi petani.

Sementara itu, salah satu perusahaan pengolahan kelapa terbesar di Inhil, Sambu Group, mengalami kesulitan produksi akibat kelangkaan bahan baku dari petani. Dampaknya, sekitar 2.000 karyawan harus dirumahkan.

Di sisi lain, terbukanya ekspor kelapa membuat petani lebih leluasa memilih pembeli. Kapal-kapal yang bersandar di berbagai daerah di Inhil kerap menawarkan harga lebih tinggi dibandingkan perusahaan lokal. (***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Kini Rp5.800 per kilogram, Harga Kelapa di Inhil Terus Merosot, Petani Terjepit Pasar Ekspor?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved