www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Polda Riau Ungkap Hasil Autopsi Jenazah Siswa SD di Inhu yang Diduga Jadi Korban Perundungan
Rabu, 04-06-2025 - 14:43:18 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- PEKANBARU - Polda Riau mengungkap hasil autopsi jenazah siswa SD di Inhu yang meninggal dunia diduga menjadi korban perundungan.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Asep Dermawan memimpin konferensi pers ekspose kasus dugaan perundungan tersebut.

Hadir juga Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar serta Kasat Reskrim Polres Inhu, AKP Arthur Joshua Toreh.

Tim dokter forensik yang dihadirkan yakni Supriyanto dan Muhammad Tegar. Mereka dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Riau.
Hasil autopsi, sang anak berinisial K tersebut meninggal akibat infeksi sistemik pada usus buntu.

"Berdasarkan hasil yang didapat dari fakta pemeriksaan dan fakta pendukung, bahwa pada pemeriksaan mayat, usia 8 tahun, ditemukan memar pada perut, paha, dada, dan jaringan lemak perut sebelahnya kiri. Yang diakibatkan oleh kekerasan," kata dokter Supriyanto memulai memaparkan hasil autopsi.

"Selanjutnya kami menemukan beberapa kelainan diantaranya kebocoran pada daerah usus di daerah perut sebelah kanan," tambahnya.
Tim forensik pun menyimpulkan bahwa kematian sang anak akibat infeksi sistemik yang diakibatkan infeksiyang luas pada rongga perut dari pencahayaan usus buntu.
"Jadi Kami menyimpulkan bahwa sebab mati pada mayat ini adalah akibat infeksi sistemik yang diakibatkan adalah infeksi yang luas dari rongga perut dari pecahnya usus buntu," kata Supriyanto.

Seperti diketahui, sang anak yang masih duduk dibangku kelas 2 SD tersebut meninggal dunia pada 26 Mei lalu.
Sebelumnya, ia mengalami perundungan di sekolah dari kakak kelasnya, tepatnya anak kelas V. 

Usai sang anak meninggal, orangtuanya pun melaporkan kasus perundungan ini ke pihak kepolisian.(***)

Sumber: Tribunpekanbaru 




 
Berita Lainnya :
  • Polda Riau Ungkap Hasil Autopsi Jenazah Siswa SD di Inhu yang Diduga Jadi Korban Perundungan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved