Bantah Isu Miring Menu WBP Hanya Ikan Asin dan Kangkung, Ridar Firdaus Pastikan Layak dan Bergizi
Riau12.com-RENGAT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rengat membantah keras pemberitaan sepihak yang menyebutkan bahwa menu makanan warga binaan hanya ikan asin dan sayur kangkung, serta adanya anggaran makan mencapai triliunan rupiah. Kepala Rutan Rengat, Ridar Firdaus Ginting, menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoax dan tidak memiliki dasar yang jelas.
"Pemberitaan yang menyebut menu makan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) hanya ikan asin dan kangkung serta anggaran makan mencapai Rp1,3 triliun adalah berita bohong. Faktanya, menu makan di Rutan Rengat sudah sesuai standar kecukupan gizi, kebersihan, dan tata kelola yang ditentukan," ujar Ridar Firdaus Ginting, Kamis (16/1/2025).
Ridar menjelaskan bahwa anggaran makan untuk warga binaan selama satu tahun di Rutan Rengat sebesar Rp6,5 miliar, dan pemenang tendernya ditentukan melalui LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) pusat.
Selain itu, dapur Rutan Rengat telah mendapatkan sertifikasi higienis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Menu makanan yang diberikan kepada warga binaan juga bervariasi setiap hari, sesuai daftar menu yang telah ditetapkan.
"Setiap hari menu makan selalu bertukar, tidak monoton. Kami pastikan kebutuhan gizi warga binaan terpenuhi," tambahnya.
Kesaksian Warga Binaan: Menu Makanan Layak dan Bergizi
Tidak hanya dari pihak Rutan, beberapa warga binaan juga membenarkan bahwa menu makan yang mereka terima cukup bervariasi dan layak konsumsi.
Tarmizi (42), seorang warga binaan kasus ilegal logging, mengungkapkan bahwa makanan yang disediakan cukup beragam.
“Kami tidak hanya mendapat ikan asin, tapi juga ayam goreng, ikan laut, telur goreng, bahkan rendang sapi. Selain nasi dan lauk, juga ada sayur dan buah seperti pisang, nanas, serta pepaya,†ujar Tarmizi.
Ia menambahkan bahwa dalam satu hari, warga binaan mendapat jatah makan tiga kali, bahkan setiap tiga hari sekali mereka juga mendapatkan menu bubur kacang hijau atau kolak pisang dan ubi.
Senada dengan itu, Pipin (34) dan Desinta (29), dua warga binaan kasus narkoba, juga menegaskan bahwa menu makanan di Rutan layak dan sehat.
“Kami juga mendapatkan bubur dan buah secara rutin. Selain itu, pembinaan rohani di Rutan juga sangat baik, ada shalat berjamaah, mengaji, serta yasinan mingguan dengan mendatangkan ustaz dan ustazah dari luar,†ungkap Pipin.
Rutan Rengat Fokus pada Pembinaan dan Kesejahteraan WBP
Selain memastikan kebutuhan pangan yang layak, pihak Rutan Rengat juga aktif dalam pembinaan kesehatan dan keterampilan warga binaan.
"Setiap pagi kami melakukan senam sehat, dan sore harinya ada olahraga rutin bersama ibu-ibu Dharma Wanita," kata Desinta.
Tak hanya itu, Rutan Rengat juga menyediakan berbagai program pelatihan keterampilan, seperti:
- Budidaya ikan dan ayam kampung
- Menjahit dan pangkas rambut
- Pelatihan otomotif dan bengkel
- Pelatihan barista untuk bekal setelah bebas
"Kami diberikan banyak pelatihan keterampilan yang nantinya bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat," ujar salah satu warga binaan.
Dengan berbagai fasilitas dan program pembinaan yang ada, Rutan Rengat memastikan bahwa warga binaan mendapatkan perlakuan yang layak sesuai standar hak asasi manusia.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi, termasuk dalam hal makanan dan pembinaan keterampilan,†tutup Ridar Firdaus Ginting. (***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :