www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Inhu Bertekad Ukir Prestasi di RBD dan FTBI: Upaya Perlambat Kepunahan Bahasa Daerah
Sabtu, 18-05-2024 - 11:48:54 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEMATANGREBA - Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bertekad menyukseskan dan mengukir prestasi dalam kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dan Festival Bahasa Ibu (FTBI) di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Inhu, yang diwakili oleh Kasi Pendidikan Dasar, Dr. Anto Arfan, mengatakan, tekad ini merupakan bentuk tingginya semangat dalam menyukseskan acara RBD dan FTBI yang dilakukan Balai Bahasa Provinsi Riau.

Anto Arfan menyampaikan hal itu dalam materinya berjudul “Revitalisasi, Upaya Memperlambat Kepunahan Bahasa Daerah di Kabupaten Inhu” pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di Pematangreba, Inhu, Provinsi Riau, Selasa (14/5/2024).

Menurut Anto, kegiatan revitalisasi adalah upaya dalam memperlambat kepunahan bahasa daerah. Pihaknya mengimbau agar kita menggiatkan pengunaan bahasa daerah di rumah dan lingkungan. Sehingga, bahasa daerah sebagai bahasa ibu tetap terjaga. Anto berharap para peserta bisa menyerap semua materi dalam bimtek hingga guru bisa mengimbaskan ke guru, siswa, keluarga, dan masyarakat sekitar, hingga target pelestarian bahasa daerah melalui RBD dapat tercapai.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini adalah Asma, S.Pd., Illa Nafilah, S.Pd., Evelyne Tunugraha, S.Th., Idawati, S.Pd. M.A.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Toha Machsum, M.Ag., dalam sambutannya mengatakan, Inhu merupakan daerah pertama yang melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dari 4 daerah yang menjadi target pelaksanaan RBD pada tahun 2024 ini di Provnsi Riau.

Tiga daerah lain yang menjadi target pelaksanaan RBD adalah Kabupaten Kampar, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai.

Menurut Toha, acara ini merupakan program prioritas yang dilaksanakan secara nasional oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemristek Dikti, sejak tahun 2023.

"Khusus untuk Riau, kita baru melaksanakan kegiatan RBD tahun 2024, dengan melibatkan dinas pendidikan dan sejumlah pihak di masing-masing wilayah sasaran,” jelas Toha.

Disebutkan juga, RBD merupakan program Merdeka Belajar yang dicanangkan pemerintah. Program ini bentuk kerisauan dan kepedulian pemerintah terhadap bahasa daerah yang terancam punah.

Data United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), dalam kurun waktu 30 tahun terakhir sudah 200 bahasa di dunia yang punah. Sedangkan di Indonesia ada 11 bahasa yang punah.

Kondisi vitalitas bahasa daerah di Indonesia, menurut Toha ada dalam beberapa kondisi, yaitu, kondisi aman, rentan, mengalami kemunduran, terancam punah, kritis, dan punah.

Khusu yang terancam punah mayoritas penutur berusia 20 tahun ke atas dan generasi tua tidak berbicara kepada anak-anak atau di antara mereka sendiri dengan bahasa daerah. Sedangkan untuk kondisi kritis, penuturnya hanya kelompok masyarakat berusia 40 tahun ke atas dan jumlahnya sangat sedikit

Toha menekankan bahwa mandat pelindungan bahasa dan sastra di Indonesia ada pada UU No. 24 tahun 2009, pasal 41 ayat (1), (2), dan (3). Pelindungan bahasa dan sastra Indonesia dilakukan secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan oleh lembaga kebahasaan.

Bisa Mengimbaskan

Tantangan pelindungan bahasa daerah ada pada sikap bahasa penutur jati, migrasi dan mobilitas tinggi, kawin silang/campur antaretnis, dan globalisasi yang mengarah ke monolingualisme.

“Inilah salah satu tujuan kegiatan RBD, dengan harapan para guru bisa mengimbaskan ke guru lain, siswa, dan keluarga, sehingga bahasa daerah tetap terjaga. Kegiatan RBD akan bermuara pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. RBD difokuskan melalui kegiatan bersastra, yaitu pidato, arab melayu, cerpen, mendongeng, komedi tunggal, bersyair, dan berpuisi. Semua mata sajian dalam Bimtek ini akan dilombakan dan semuanya berbasis bahasa melayu Riau,” jelas Toha.

Toha menyadari bahwa sikap dalam penggunaan bahasa tidak dapat diintervensi dan tidak dapat dicegah, namun sikap bahasa penutur jati bisa diintervensi, dicegah, dan diubah dengan program revitalisasi bahasa daerah dengan sasaran prioritas anak usia SD dan SMP yang saat ini dilakukan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Acara yang berlangsung selama 4 hari, 14—17 Mei 2024 ini dibuka oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Inhu, yang diwakili oleh Kasi Pendidikan Dasar, Dr. Anto(***)

Sumber: Goriau.com



 
Berita Lainnya :
  • Inhu Bertekad Ukir Prestasi di RBD dan FTBI: Upaya Perlambat Kepunahan Bahasa Daerah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved