Usaha SPBU Diganggu, Caleg DPRD Inhu dapat Tekanan dan Dipaksa Berikan Dukungan Kepada Paslon 2
Riau12.com - PEKANBARU - Seorang Calon Legislatif (Caleg) DPRD Riau dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dapat tekanan dan intimidasi.
Anehnya, tekanan dan intimidasi tersebut datang dari seorang Caleg DPR RI, berbeda partai. Oknum Caleg yang telah menekan dan mengintimidasu tersebut berstatus incumbent di Komisi VII Senayan Jakarta.
"Saya tak sebutkan namanya, tapi yang jelas ada oknum juga Caleg maju DPR RI incumbent di Komisi VII menekan dan mengintimidasi Caleg kami di Inhu," kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Inhu Raja Andrea, Ahad (4/2/24).
Caleg PDIP Inhu Daerah Pemilihan (Dapil) Inhu-Kuansing bernama Dodi Noveldi ini dipaksa untuk memberikan dukungan pasangan Presiden dan Wakil Presiden (Cawapres-Cawapres) nomor urut dua, Prabowo-Gibran.
Tidak hanya itu, pria yang juga berprofesi pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diancam akan distop penyaluran BBM-nya. Parahnya lagi, ada juga ancaman akan menurunkan aparat hukum jika tidak menuruti kemauan oleh oknum Caleg DPR RI itu.
Persoalan ini pun sudah dilaporkan DPC PDIP Inhu. Dari laporan itu, diceritakan awalnya Dodi Noveldi merasa heran, diantara enam unit usaha SPBU yang dikelolanya tiba-tiba distop penyaluran BBM, khususnya jenis solar. Selain itu ada juga dikurangi. Sementara kondisi normal tidak ada kelangkaan.
Mendengar masukan terkait masalah tersebut, Dodi pun diceritakan Sekretaris PDIP Inhu menemui oknum Caleg DPR RI yang kembali mencalonkan diri ke Senayan tersebut. Apalagi Komisi VII tempat oknum ini membawahi masalah migas.
Pada pertemuan itu, oknum Caleg DPR RI ini dipaksa untuk memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo -Gibran. Dengan begitu masalah ngadatnya penyaluran BBM ke SPBU tidak terjadi lagi.
Awalanya Dodi menolak karena jelas, secara kepartaian sudah menentukan garis dukungan pasangan Capres-Capwapres Ganjar - Mahfud.
Tapi ada lagi ancaman, jika tidak nantinya Aparat Penegak Hukum (APH) akan turun memeriksa bisnis yang dikelolanya. Karena lebih mementingkan keberlangsungan bisnis yang SPBU yang dikelolanya, initimidasi itu pun dipenuhi.
Dodi pun terpaksa membuat video dengan narasi dukungan ke Prabowo-Gibran. Selain itu ada juga pernyataan dukungan melalui baleho juga bernarasi dukungan untuk Capres dan Cawapres yang sama.
"Segitu besarnya tekanan, kemudian hingga dipaksa membuat video, baleho untuk memberikan dukungan ke pasangan 02," ungkap Raja Andrea.
Pihak PDIP Inhu setelah mendengarkan keluhan atas intimidasi dari oknum yang juga memiliki posisi penting dalam struktur tim pemenangan Prabowo-Gibran di Riau itu, sngat menyesalkan.
Masalah ini pun sudah dibahas di tingkat DPC dan sudah disampaikan ke DPD PDIP Riau. Zukri Misran selaku pimpinan ditingkat wilayah sudah merespon. Nantinya permasalahan ini akan direncanakan akan dilaporkan ke DPP.***(mok)
Sumber: Riau12.com
Komentar Anda :