Mulai Sulitnya Dapatkan Gas Elpiji di Inhu, Sebab Kurangnya Jumlah Yang di Pasok Ke Pangkalan
Riauterkini-RENGAT-Antrian warga untuk mendapatkan gas elpiji mulai terlihat di pangkalan pangkalan gas elpiji di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), pemandangan yang kerap terjadi akhir akhir ini sejalan dengan mulai sulitnya untuk mendapatkan gas melon yang sangat dibutuhkan warga. Distribusi kepangkalan dari agen mulai tersendat, tidak hanya jadwal distribusi yang mulai berkurang, jumlah pasokan pun jauh berkurang dari biasanya.
Mulai sulitnya mendapatkan gas elpiji di Inhu akibat berkurangnya jadwal dan jumlah gas elpiji yang dipasok ke pangkalan pangkalan dari agen gas elpiji, hingga mengakibatkan antrian warga untuk mendapatkan gas elpiji, mulai terlihat di pangkalan pangkalan gas elpiji di Inhu. Sebagaimana yang terlihat di Kecamatan Pasir Penyu, Inhu dimana di salah satu pangkalan pada Sabtu 20 Januari 2024 terlihat warga antri untuk mendapatkan gas elpiji, walau jumlah pasokan tidak sebesar biasanya.
"Hari ini baru masuk setelah 23 hari tak ada pasokan, itu pun jumlah nya terbatas hanya dapat 280 tabung. Biasanya setiap minggu pasokan gas elpiji kami sebesar 460 tabung. Saat ini pasokan tersendat dan tidak normal seperti biasanya, kasihan warga jadi sulit mendapatkan gas elpiji. Kami berharap cepat normal kembali seperti biasa, agar ibu ibu dapat dengan mudah memperoleh gas elpiji," ujar Ismail Sidik pemilik Ezi Elpiji Desa Candirejo Airmolek, Inhu kepada riauterkinicom Sabtu (20/1/24) di Airmolek.
Tidak hanya di Airmolek, Kecamatan Pasir Penyu, Inhu. Sejumlah pangkalan gas elpiji lainya di Inhu juga mengeluhkan berkurang nya jadwal dan pasokan gas elpiji hingga mengakibatkan sulitnya warga mendapatkan gas elpiji.
"Biasanya seminggu tu dua kali pasokan gas elpiji yang masuk ke pangkalan, pasokan pertama tu biasanya 200 tabung dan pasokan kedua 150 tabung. Tapi sudah seminggu ini tidak ada pasokan yang masuk dan stok gas elpiji ditempat kami sudah kosong," ujar Anto salah satu pengelola pangkalan gas elpiji di Inhu kepada riauterkinicom.
Menyikapi mulai sulitnya warga mendapatkan gas elpiji, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu langsung membentuk tim yang diterjunkan langsung kelapangan untuk melihat dan memantau kondisi terkait sulitnya warga mendapatkan gas elpiji.
"Tim yang dibentuk Disperindag Inhu ini selain melihat dan memantau secara langsung dilapangan, juga untuk memastikan harga gas elpiji sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Jadi untuk memastikan tidak ada kenaikan harga dan permainan dari pihak pihak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi ini," tegas Ergusfian Kadis Perindag Inhu kepada riauterkinicom, Sabtu (20/1/24) melalui selulernya.
Diungkapkan Ergusfian, pihak nya telah memanggil agen agen dan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Inhu terkait mulai sulitnya gas elpiji didapatkan di Inhu, dari pertemuan yang digelar di Disperindag Inhu diketahui kendala yang dihadapi akibat tersendat nya distribusi gas elpiji dari depot Pertamina menuju SPPBE Inhu.
"Dari keterangan yang didapat, pasokan dari depot Pertamina menuju SPPBE Inhu tersendat akibat banjir, biasanya pasokan dari depot Pertamina di Dumai namun karena banjir yang merendam jalan di Pelalawan, pasokan dialihkan dari depot Pertamina di Padang. Itupun masih banyak kendala yang dihadapi di jalan, hingga pasokan yang biasanya normal setiap hari lima mobil tangki, saat ini berkurang akibat kondisi jalan," jelasnya. *** (guh)
Sumber: Riauterkini.com
Komentar Anda :