www.riau12.com
Kamis, 20-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Sawah Bungaraya di Siak Kekeringan, Diduga Karena PT BKM Gunakan Air Alam Untuk Angkut Akasia
Sabtu, 19-07-2025 - 12:00:21 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- SIAK-  Pemkab Siak menemukan indikasi penggunaan air alam secara sepihak oleh PT Balai Kayang Mandiri (BKM) untuk kegiatan operasional perusahaan.

Temuan ini mencuat saat Bupati Siak, Afni Zulkifli, meninjau langsung saluran primer di kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil.

Di lokasi, Bupati mendapati bendungan buatan yang menghambat aliran air utama ke arah Bungaraya. Salah satu sentra pertanian utama di Kabupaten Siak. Di kanal milik perusahaan, terlihat pula aktivitas pemuatan kayu akasia hasil panen.

“Kalau hanya untuk jalan masuk, mestinya dibangun jembatan. Kenapa malah membendung saluran primer yang menjadi sumber utama air untuk sawah-sawah petani Bungaraya?,” tegas Afni, Jumat (18/7/2025).

Perwakilan PT BKM, Hendrik, yang menjabat sebagai Water Manager, berdalih bahwa bendungan tersebut dibuat sebagai akses masuk ke areal konsesi. Air yang digunakan bertujuan menjaga kelembapan gambut guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Namun, alasan itu langsung dibantah Bupati Afni. Menurutnya, volume air yang ditahan jauh melampaui kebutuhan untuk menjaga kelembapan gambut.

“Kalau alasannya membasahi gambut, cukup 0,4 meter air. Tapi ini di kanal perusahaan bisa sampai 3 meter. Sementara saluran primer hampir kering, padahal jaraknya cuma 500 meter. Jangan-jangan air alam ini dipakai untuk lansir akasia,” ujar Afni.

Ia juga menyoroti ketergantungan perusahaan pada air alam dari Tasik Betung, yang terletak di kawasan konservasi. Di tengah musim kemarau, ketiadaan embung atau penampungan buatan dari perusahaan dinilai memperburuk situasi.

“Air yang mestinya dibagi untuk petani malah ditahan. Ini tindakan sepihak yang sangat merugikan masyarakat. Pemerintah dulu sudah merancang sistem irigasi untuk mendukung lumbung pangan, mestinya perusahaan juga ikut menjaga,” kata Afni.

Pemkab Siak, lanjutnya, akan segera memanggil manajemen PT BKM untuk membahas solusi bersama. Pemerintah menargetkan aliran air ke lahan pertanian Bungaraya kembali lancar, tanpa mengabaikan kebutuhan perusahaan dalam upaya pencegahan karhutla.

Afni mengatakan pengelolaan air di wilayah gambut harus mengedepankan keseimbangan ekosistem dan kepentingan masyarakat. Pemerintah akan memastikan kejadian serupa tak terulang, terutama di tengah upaya menjaga ketahanan pangan daerah.(***)

Sumber: Tribunpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Sawah Bungaraya di Siak Kekeringan, Diduga Karena PT BKM Gunakan Air Alam Untuk Angkut Akasia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved