Upaya Mediasi Konflik Warga dan Perusahaan di Tumang, Bupati Siak Turun Tangan Redam Ketegangan
Riau12.com-SIAK - Suasana sempat memanas di Kampung Tumang, Kecamatan Siak, Rabu siang (11/6), ketika ratusan warga mendatangi kawasan perumahan karyawan PT Surya Subur Lestari (PT SSL). Aksi ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat terkait sengketa lahan yang telah berlangsung cukup lama dan belum menemukan titik penyelesaian.
Dari pantauan di lapangan, warga menyampaikan tuntutan mereka dengan mendesak pihak perusahaan untuk segera menuntaskan persoalan lahan yang menurut mereka telah dikuasai secara tidak adil. Meski sempat terjadi ketegangan, aparat keamanan dan tokoh masyarakat berupaya mencegah terjadinya aksi anarkis lebih lanjut.
“Kami datang ke sini untuk memperjuangkan hak kami. Kami ingin ada penyelesaian yang adil dan terbuka,†ujar Rajab, salah seorang perwakilan warga Tumang. Ia menambahkan bahwa masyarakat hanya ingin kepastian atas tanah yang telah lama mereka kelola secara turun-temurun.
Dalam orasinya, warga meminta perhatian serius dari pemerintah untuk memfasilitasi dialog yang adil antara masyarakat dan perusahaan. “Kami hanya ingin kejelasan. Ini bukan semata soal tanah, tapi juga soal penghormatan terhadap hak masyarakat,†tambah Rajab.
Menanggapi dinamika tersebut, Bupati Siak, Afni, yang baru menjabat selama sepekan, langsung mengunjungi lokasi bersama Wakil Bupati Syamsurizal dan Dandim 0322/Siak, Letkol Arh Riyanto Budi Nugroho, M.Han. Kehadiran mereka bertujuan meredakan suasana serta membuka ruang komunikasi yang lebih produktif.
Bupati Afni menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menangani konflik ini secara hukum dan administratif. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan proses hukum dan dialog damai.
“Saya mengajak masyarakat untuk bersabar dan tidak mengambil tindakan di luar hukum. Pemerintah akan bekerja secara transparan dan adil untuk mencari jalan keluar terbaik,†ucapnya di hadapan warga.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Siak akan menggelar rapat koordinasi bersama DPRD, Kapolres, dan pihak Provinsi Riau pada Kamis, 12 Juni, guna membahas solusi jangka panjang yang berpihak kepada kepentingan bersama.
“Kami berharap tidak ada aksi lanjutan. Biarkan kami bekerja menyelesaikan persoalan ini melalui jalur resmi dan terbuka. Semua pihak harus saling terbuka dan kooperatif,†tegas Afni.
Pemerintah daerah juga mendorong pihak perusahaan untuk menjalin komunikasi aktif dan menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan persoalan ini secara damai. “Kami ingin semua pihak duduk bersama, bukan saling menyalahkan,†pungkasnya.
Saat ini, situasi di Kampung Tumang telah berangsur kondusif, berkat kerja sama antara aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Titik-titik yang sebelumnya rawan kini terus dipantau secara intensif untuk menjaga stabilitas dan ketertiban di wilayah tersebut.(***)
Sumber: Halloriau
Komentar Anda :