Tak Puas dengan Jawaban Pemkab, Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar di Kantor Bupati Siak
SIAK -Riau12.com- Puluhan Mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan pagar kantor Bupati Siak akhirnya dipersilakan masuk di ruang rapat Kantor Bupati Siak, Kamis (24/4/2025).
Massa aksi itu disambut oleh Asisten III Setdakab Siak Rozi Chandra, Inspektur Fally Wurendarasto dan Kepala Kesbangpol Syamsurizal sebagai perwakilan pemerintah setempat.
Asisten III Setdakab Siak, Rozi Chandra yang membuka pertemuan itu mencoba menjawab satu per satu apa yang menjadi tuntutan mahasiswa tersebut. Terutama soal beasiswa yang ikut tertunda dicairkan akibat defisit anggaran.
"Pemda Siak tidak ada melakukan penundaan terhadap beasiswa, itu penuh diberikan kepada penerima," katanya.
Mahasiswa juga menuntut Pemkab Siak untuk transparan terhadap anggaran ke publik. Mereka juga meminta Bupati Siak melakukan evaluasi kebijakan keuangan dalam pengelolaan anggaran agar lebih tepat sasaran.
"Itu juga telah dilakukan Pemda Siak. Ya, sampai saat ini kan tidak ada melakukan kegiatan seremonial apapun," ujarnya.
Soal gaji yang juga belum dibayarkan, Rozi membantah hal tersebut. Pemkab Siak sangat komitmen dan memprioritaskan pencairan gaji ASN, honorer dan tenaga lainnya agar dibayar tepat waktu. Namun untuk insentif atau tunjangan memang masih ada beberapa bulan yang belum karena keuangan daerah hanya mampu membayar kewajiban gaji terlebih dahulu.
"Gaji sudah dibayarkan untuk tahun 2025 sampai April ini sudah mulai proses pencairan, kecuali ada satu OPD yang belum di Disdik. Intinya dari Januari-Maret sudah semua. Insyaallah April ini sudah juga termasuk honorer dan lainnya," katanya.
Mendengar jawaban tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Siak Menggugat itu mengaku belum puas dengan jawaban yang disampaikan Asisten III Setdakab Siak itu. Mereka tetap ngotot meminta Bupati Siak Alfedri untuk datang menemui massa aksi dan memberi penjelasan langsung terkait defisit anggaran yang berdampak tunda bayar.
"Kami sangat kecewa sekali dengan sikap pemerintah daerah Siak saat ini, karena Bupati Siak tidak mau menerima kami padahal kami rakyatnya sendiri. Kami juga tidak puas dengan jawaban yang diberikan Asisten III itu, intinya kami minta statement langsung dari Bupati Alfedri agar publik juga mendengar langsung apa yang disampaikannya" kata Koordinator Aksi Siak Menggugat, Rian usai orasi.
Mereka juga mengancam jika dalam 3x24 jam tak ada klarifikasi dan statemen dari Bupati Siak soal tunda bayar, maka akan ada aksi susulan dengan lebih banyak massa yang akan diturunkan di Kantor Bupati Siak.
"Ini baru awal perjuangan kami, kami akan buat giat yang sama dengan jumlah massa yang jauh lebih banyak," katanya.
Mahasiswa kukuh ingin Bupati Siak berstatement langsung kepada masyarakat soal defisit dan tunda bayar, sebab mereka menilai sejak Pilkada Siak berlangsung hingga sampai Pemungutan Suara Ulang (PSU),Bupati Alfedri seperti menghilang tanpa jejak, dibeberapa kegiatan tidak pernah muncul dan dikabarkan sering ke luar daerah dengan urusan selain kepemerintahan.
"Kenapa seakan-akan takut menyampaikan langsung ke publik, jadi masyarakat yang di bawah hanya bisa menduga-duga apa yang terjadi terhadap anggaran daerah ini, apakan memang karena dalih belum ditransfernya anggaran atau memang pengelolaannya yang kurang profesional dan tepat sasaran," katanya.
Ia juga menekankan aksi ini berangkat dari keresahan dan kegelisahan masyarakat yang berdampak langsung secara ekonomi akibat defisit dan tunda bayar ini. Banyak pelaku UMKM yang gulung tikar, daya beli masyarakat turun sedangkan sembako makin mahal, dan ASN, honorer dan tenaga kerja lainnya sampai terjebak Pinjaman Online (Pinjol) untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Sebagai mahasiswa, mereka merasa punya beban moral dan sosial menyuarakan apa yang dirasakan masyarakat.
"Dan perlu diingat, ini murni gerakan kami dari keresahan yang dirasakan rakyat. Tidak ada ditunggangi politik dari pihak manapun, ini murni perjuangan kami, dan ini awal, akan kami desak pemerintah untuk segera mencari solusi dari persoalan keuangan daerah ini," tutupnya. (***)
Sumber: Cakaplah
Komentar Anda :