PEKANBARU -Riau12.com– Konflik manusia dan harimau kembali terjadi di Sungai Apit, Siak. Seorang pekerja PT RAPP bernama Rudianto (45), warga Kampung Teluk Lanus diserang harimau saat memancing di Pelabuhan Jetti RAPP, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Jumat (24/1).Terkait serangan terbaru di Teluk Lanus ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih berkoordinasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat. ‘’Kami masih koordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak terkait atas adanya serangan harimau tersebut,’’ sebut Mustafa, Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Ahad (26/1) malam.
Serangan harimau di Teluk Lanus sudah beberapa kali terjadi. Menurut Mustafa, kawasan tersebut merupakan wilayah jelajah harimau. ‘’Maka kami imbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah di kawasan itu, terutama sore, malam hingga subuh hari,’’ sebutnya.
Warga yang pergi bekerja agar tidak terlalu pagi. Pastikan saat langit cerah di siang hari, normalnya. Menurut Mustafa, rentang pukul 07.30-16.00 WIB. Ia juga menyarankan, bila beraktivitas di kawasan itu tidak sendirian, jika perlu berkelompok.
Mustafa juga mengingatkan agar tidak melakukan perburuan hewan liar di sana. Karena bila harimau kehabisan pangan, maka akan menjelajah lebih jauh mendekati permukiman. Mustafa juga menyarankan bila memiliki ternak dekat dengan kawasan hutan maka harus dikandang.
‘’Apabila menemukan harimau agar melaporkan ke petugas dan tidak melakukan tindakan sendiri yang dapat mengancam keselamatan. Kami minta agar selalu memperhatikan imbauan dari aparat terkait untuk keselamatan dan keselamatan bersama,’’ tambahnya.
Sehari sebelumnya, Kapolsek Sungai Apit AKP Rinaldi menjelaskan kronologi penyerangan harimau terhadap korban Rudianto. Jumat (24/1) sekitar pukul 18.30 WIB, Rudianto pergi memancing sendirian ke Pelabuhan Jetti. Baru mulai memancing, tiba-tiba dari arah belakang, seekor harimau menyerang dengan mencakar tengkuk dan kakinya.
Merasa jiwanya terancam, dengan sigap, Rudianto berbalik, sembari menarik parang atau golok yang terselip di pinggangnya.
“Harimau sempat mengaum sebelum meninggalkan Rudianto,†terang Rinaldi.
Selanjutnya Rudianto kembali ke mes tempatnya pekerja, lalu bersama rekan-rekannya ke klinik perusahaan. “Kepala Rudianto mendapat tujuh jahitan. Dia diperbolehkan kembali ke mes untuk beristirahat,†kata Kapolsek.
Kondisi Rudianto baik-baik saja, dia sudah bisa bekerja pada Sabtu (24/1) pagi. Hanya saja dia sedikit trauma, karena berhadapan dengan harimau dan dia berhasil selamat.(***)
Sumber: Riaupos
Komentar Anda :