www.riau12.com
Sabtu, 15-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Drama Penyelamatan di Tesso Tenggara: Anak Gajah Luka Parah Akibat Jerat, Kini Sudah Bergabung Lagi dengan Rombongan
Jumat, 12-12-2025 - 09:35:22 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PELALAWAN – Seekor anak gajah Sumatera ditemukan dalam kondisi terluka akibat jerat tali nilon di kantong gajah Tesso Tenggara, Pelalawan, Riau. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) untuk melakukan evakuasi dan tindakan medis pada Kamis (11/12), setelah menerima laporan dari call center pada Senin (1/12/2025).

“Laporan tersebut mengatakan anak gajah itu tertinggal dari kelompoknya dan berada di sekitar kawasan konsesi salah satu PBPH di Riau,” ujar Kepala BBKSDA Riau, Supartono.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BBKSDA mengerahkan tim dokter hewan dan para mahout untuk melakukan pencarian. Setelah menyisir area bersama mitra, tim menemukan seekor gajah betina berusia sekitar dua tahun, dengan berat diperkirakan 400 kilogram dan tinggi 178 sentimeter.

“Tim yang turun ke lokasi mendapati kondisi kaki kanan depan mengalami luka akibat jerat tali nilon,” jelas Supartono.

Untuk memudahkan proses pemeriksaan, tim melakukan pembiusan dan menemukan luka terbuka yang memerlukan perawatan intensif. Tim medis kemudian memberikan terapi cairan untuk mencegah dehidrasi, vitamin untuk meningkatkan kondisi tubuh, antibiotik guna mengatasi infeksi sekunder, serta obat antiradang dan antiinflamasi.

Perawatan berlangsung sekitar tiga jam. Setelah kondisinya stabil, anak gajah tersebut dilepasliarkan kembali ke lokasi awal dengan harapan dapat bergabung dengan kelompoknya. Supartono menyebutkan bahwa populasi gajah liar di kantong Tesso Tenggara saat ini diperkirakan mencapai 30 individu.

BBKSDA Riau kemudian melakukan pemantauan lanjutan selama beberapa hari menggunakan drone dan patroli lapangan. Hasil monitoring menunjukkan bahwa anak gajah tersebut akhirnya berhasil kembali ke rombongannya.

“Seluruh proses pengobatan dilaporkan berjalan aman, meski rombongan gajah liar berada pada jarak sekitar satu kilometer dari lokasi penanganan,” kata Supartono.

Ia mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut. “Terima kasih kepada para pihak yang telah membantu kelancaran penyelamatan satwa dilindungi itu,” tutupnya.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • Drama Penyelamatan di Tesso Tenggara: Anak Gajah Luka Parah Akibat Jerat, Kini Sudah Bergabung Lagi dengan Rombongan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved