www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Mitigasi Dini Konflik Gajah-Manusia, BBKSDA Lacak Pergerakan Gajah Sumatera di Tesso Nilo
Sabtu, 15-11-2025 - 15:40:11 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PELALAWAN – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan pemasangan GPS collar pada seekor gajah liar Sumatera di kawasan Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dini untuk mencegah potensi konflik antara gajah dan manusia.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menjelaskan bahwa GPS collar dipasang untuk memudahkan pemantauan pergerakan kelompok gajah, khususnya saat mereka mendekati permukiman warga atau area aktivitas manusia.

“Pemasangan alat pelacak ini sangat penting untuk mengantisipasi konflik gajah dengan manusia sejak dini. Dengan GPS, kami bisa mengetahui pergerakan kelompok gajah dan mengambil langkah cepat jika mereka memasuki kawasan pemukiman,” ujar Supartono.

Pencarian dan Pemasangan

Pemasangan dilakukan oleh tim BBKSDA Riau bersama petugas gabungan satwa. Proses diawali dengan penyisiran di sekitar habitat Taman Nasional Tesso Nilo untuk mencari indukan gajah yang menjadi target alat pelacak.

Dalam pencarian, tim dibantu gajah latih dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Siak, yang memudahkan pendekatan terhadap gajah liar. Tim berhasil menemukan seekor induk gajah besar, yang diduga pemimpin rombongan, serta seekor bayi gajah berusia sekitar sembilan bulan yang masih berada dalam satu kelompok.

Induk gajah berusia sekitar 40 tahun dengan berat mencapai 3 ton itu kemudian diperiksa tim medis. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik, pemberian vitamin, dan pengecekan kesehatan umum untuk memastikan prosedur pemasangan GPS collar tidak membahayakan satwa tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan induk gajah dan anaknya dalam kondisi sehat.

Mengurangi Risiko Konflik dan Menjaga Satwa

BBKSDA Riau berharap pemasangan GPS collar dapat membantu menjaga keselamatan gajah sekaligus meminimalisir risiko konflik dengan warga sekitar kawasan Tesso Nilo. Dengan pemantauan yang lebih baik, tim konservasi dapat mengambil tindakan cepat bila kelompok gajah mendekati pemukiman atau area aktivitas manusia.

Langkah ini menjadi contoh strategi konservasi yang mengedepankan keselamatan satwa sekaligus perlindungan masyarakat di sekitarnya.

 

 




 
Berita Lainnya :
  • Mitigasi Dini Konflik Gajah-Manusia, BBKSDA Lacak Pergerakan Gajah Sumatera di Tesso Nilo
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved