Mitigasi Dini Konflik Gajah-Manusia, BBKSDA Lacak Pergerakan Gajah Sumatera di Tesso Nilo
Sabtu, 15-11-2025 - 15:40:11 WIB
Riau12.com-PELALAWAN – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan pemasangan GPS collar pada seekor gajah liar Sumatera di kawasan Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dini untuk mencegah potensi konflik antara gajah dan manusia.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menjelaskan bahwa GPS collar dipasang untuk memudahkan pemantauan pergerakan kelompok gajah, khususnya saat mereka mendekati permukiman warga atau area aktivitas manusia.
“Pemasangan alat pelacak ini sangat penting untuk mengantisipasi konflik gajah dengan manusia sejak dini. Dengan GPS, kami bisa mengetahui pergerakan kelompok gajah dan mengambil langkah cepat jika mereka memasuki kawasan pemukiman,” ujar Supartono.
Pencarian dan Pemasangan
Pemasangan dilakukan oleh tim BBKSDA Riau bersama petugas gabungan satwa. Proses diawali dengan penyisiran di sekitar habitat Taman Nasional Tesso Nilo untuk mencari indukan gajah yang menjadi target alat pelacak.
Dalam pencarian, tim dibantu gajah latih dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Siak, yang memudahkan pendekatan terhadap gajah liar. Tim berhasil menemukan seekor induk gajah besar, yang diduga pemimpin rombongan, serta seekor bayi gajah berusia sekitar sembilan bulan yang masih berada dalam satu kelompok.
Induk gajah berusia sekitar 40 tahun dengan berat mencapai 3 ton itu kemudian diperiksa tim medis. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik, pemberian vitamin, dan pengecekan kesehatan umum untuk memastikan prosedur pemasangan GPS collar tidak membahayakan satwa tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan induk gajah dan anaknya dalam kondisi sehat.
Mengurangi Risiko Konflik dan Menjaga Satwa
BBKSDA Riau berharap pemasangan GPS collar dapat membantu menjaga keselamatan gajah sekaligus meminimalisir risiko konflik dengan warga sekitar kawasan Tesso Nilo. Dengan pemantauan yang lebih baik, tim konservasi dapat mengambil tindakan cepat bila kelompok gajah mendekati pemukiman atau area aktivitas manusia.
Langkah ini menjadi contoh strategi konservasi yang mengedepankan keselamatan satwa sekaligus perlindungan masyarakat di sekitarnya.
Komentar Anda :