www.riau12.com
Jum'at, 21-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Tanganku Konflik Harimau Sumatera di Pelalawan, BBKSDA Riau Pasang Perangkap dan Kamera
Jumat, 04-07-2025 - 08:51:09 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bergerak cepat menanggapi laporan konflik satwa liar di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) diduga memangsa ternak milik warga, memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, dalam keterangan resminya pada Kamis (3/7), menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan awal dari staf konservasi perusahaan distrik Merawang pada Senin (30/6). Dalam laporan tersebut ditemukan bangkai seekor sapi dewasa yang diduga kuat menjadi korban serangan harimau.

"Kami mendapatkan informasi adanya temuan bangkai sapi di areal kebun milik warga. Dugaan sementara, sapi tersebut dimangsa harimau,” ujar Supartono.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BBKSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah I Pelalawan langsung mengerahkan tim ke lokasi. Empat personel diturunkan dari Resor Kerumutan Utara, yakni Ahmad Fitriansyah, S.Si, Siswiyono, Ali Sonang Harahap, dan Bangkit Ahmad. Mereka bergabung bersama pihak perusahaan dan warga untuk melakukan pengamanan serta investigasi.

Setibanya di lokasi pada Selasa (1/7), tim gabungan segera melakukan penelusuran dan memasang camera trap (kamera pengintai) serta box trap (perangkap) untuk memantau pergerakan satwa buas tersebut. Sebagai umpan, petugas menggunakan potongan kaki belakang dari bangkai sapi yang telah ditemukan.
“Untuk menarik harimau mendekat, kami gunakan bagian tubuh sapi yang sebelumnya telah dimangsa,” jelas Supartono.
Sisa bangkai yang telah membusuk langsung dikuburkan agar tidak menarik predator lain.

Terekam Kamera, Harimau ‘Sampali’ Kembali Muncul

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Rabu (2/7), rekaman dari camera trap memperlihatkan sosok seekor Harimau Sumatera jantan dewasa yang mondar-mandir di sekitar lokasi. Harimau tersebut dikenali sebagai ‘Sampali’, individu yang sebelumnya telah beberapa kali terekam kamera di lanskap hutan Kerumutan.
“Dari pola belang dan ciri khas tubuhnya, kami mengenali bahwa itu adalah Sampali. Ia merupakan harimau jantan yang telah beberapa tahun terakhir menghuni kawasan Kerumutan,” ungkap Supartono.

Meski mendekati area perangkap, Sampali tidak masuk ke dalam box trap. BBKSDA menduga ukuran perangkap terlalu kecil sehingga tidak cukup meyakinkan bagi harimau dewasa sekelas Sampali.

Supartono menjelaskan bahwa wilayah kejadian memang masih termasuk dalam bentang alam Kerumutan yang menjadi habitat alami harimau Sumatera. Namun, lokasi temuan sapi berada cukup dekat dengan permukiman warga.
“Kami menduga harimau ini mendekati permukiman karena tertarik pada sapi milik warga yang dilepasliarkan tanpa pengawasan. Ini menjadi pelajaran penting agar ternak dijaga dengan baik,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BBKSDA Riau mengimbau warga agar lebih waspada, tidak panik, serta menghindari aktivitas seorang diri di luar rumah pada sore hingga malam hari. Warga juga diminta untuk mengkandangkan ternak di tempat yang tertutup dan aman.
Pihak BBKSDA saat ini masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas harimau di wilayah tersebut. Evaluasi terhadap ukuran box trap juga akan dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan.

“Kami akan menyesuaikan ukuran perangkap agar sesuai dengan tubuh harimau dewasa seperti Sampali. Keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa tetap menjadi prioritas utama,” tutup Supartono dikutip dari MC.Riau. (***)

Sumber: Halloriau 




 
Berita Lainnya :
  • Tanganku Konflik Harimau Sumatera di Pelalawan, BBKSDA Riau Pasang Perangkap dan Kamera
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved