Pelalawan Sumbang 67 Persen Produksi Padi Riau, Pemda Galakkan Sawah IP 200 di Kuala Kampar
Riau12.com- PELALAWAN- Produksi padi dari sawah yang ada di Kabupaten Pelalawan menyumbang 67 persen produksi padi di Provinsi Riau pada tahun 2024.
Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Riau M Job Kurniawan saat kegiatan penanaman padi serentak Indeks Pertanaman (IP) 200. Acara itu digelar di lahan Optimasi Lahan (Opla) yang ada di Desa Sungai Solok, Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan pada Kamis (24/4/2025) lalu.
M Job Kurniawan mengapresiasi peningkatan tertinggi produksi padi tahun lalu yang mencapai 67,7 persen yang meningkat cukup signifikan dari tahun 2023 yang hanya menyumbang 13,7 persen produksi padi Riau. Capaian ini diminta untuk dipertahankan serta dioptimalkan lagi.
"Peningkatan produksi ini harus tetap dijaga dan dapat ditingkatkan lagi tahun ini," kata M Job Kurniawan, Kamis (24/4/2025) lalu.
Dijelaskannya, hasil produksi beras di Riau yang dihasilkan lahan baku sawah seluas 59.181 hektare tahun 2024, hanya bisa mencukupi 22 persen dari kebutuhan produksi pangan Provinsi Riau. Sehingga perlu dilakukan upaya yang serius bagi dalam penyediaan pangan melalui peningkatan produksi, luas tanam dan panen, khususnya di Pelalawan.
Hadiri penanaman padi serentak di Kuala Kampar, Bupati Zukri sebut potensi yang luar biasa. Program sawah IP 200 bertujuan meningkatkan produksi padi dengan pola tanam dua kali setahun. Selama ini petani hanya mengandalkan masa panen sekali dalam satu tahun.
“Ini dalam rangka menjawab tantangan kebutuhan pangan dalam program ketahanan pangan. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,†tandasnya.
Bupati Pelalawan, H Zukri menyebutkan luas lahan persawahan di Kuala Kampar hampir mencapai 6 ribu hektar. Ladang padi itu telah diolah dan ditanami oleh masyarakat petani Kuala Kampar. Namun selama ini petani masih menanam satu kali dalam setahun.
"Padahal ini potensi yang luar biasa. Petani harus lebih serius lagi dalam pengolahan lahan dengan pola pertanian IP 200," beber Zukri.
Sistem pengolahan lahan pertanian disarankan tidak lagi dengan cara manual. Sebab pemerintah telah menyalurkan bantuan alat pertanian di Desa Sungai Solok. Kedepan pemerintah akan membantu benih, pupuk, maupun herbisida.
"Kuala Kampar harus kita wujudkan sebagai lumbung padi Riau, untuk menopang ketahanan pangan nasional," ujar Zukri.
Dalam kegiatan itu, selain Bupati Zukri dan Plt Kadis PTPH Riau M Job Kurniawan, hadir juga Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Sugiono, Dandim 031/KPR Lektol Inf Setiawan Hadi Nugroho, dan Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK. Sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian.
Petani di Sungai Solok Kuala Kampar juga merima bantuan traktor roda empat 1 unit, traktor roda dua 4 unit, rice transplenter 2 unit, dan pompa air 6 unit. Diikuti dengan seremoni penanaman bersama di lahan milik petani.(***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :