Riau12.com-PELALAWAN - Kabupaten Pelalawan Riau akhirnya menetapkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2025 ini, seiring dengan memasuki musim kemarau dan kasus Karhutla mulai muncul.
Penetapan status siaga darurat Karhutla sesuai dengan arahan dan petunjuk dari Bupati Pelalawan H Zukri.
Serta hasil dari Rapat Koordinasi (Rakor) pencegahan dan penanggulangan Karhutla yang digelar Selasa (22/4/2025) lalu yang melibatkan seluruh instansi dan institusi serta perusahaan swasta di Pelalawan.
"Status siaga darurat Karhutla berlaku mulai tanggal 21 April sampai 30 November mendatang. SK tinggal menunggu teken pak bupati," tutur Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (24/4/2025).
Ia menyebutkan, penetapan status siaga Karhutla ini melihat musim kemarau sudah mulai dan diprediksi akan terjadi kekeringan ekstrim mulai Mei mendatang.
Tentu berpotensi menimbulkan Karhutla yang cukup besar di wilayah Riau, termasuk Pelalawan.
Selain itu, syarat penetapan status siaga darurat Karhutla telah memenuhi syarat lantaran sudah tiga kasus terjadi sejak Februari yang lalu.
Sehingga penanggulangan Karhutla lebih fokus dan terstruktur dengan melibatkan seluruh instansi terkait.
"Hotspot sudah mulai bermunculan karena sudah mulai masuk kemarau. Tapi masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan," beber Zulfan.
Setelah status siaga darurat Karhutla diberlakukan, patroli titik api semakin ditingkatkan dengan melibatkan seluruh instansi seperti kepolisian, TNI, Damkar, hingga pemerintah kecamatan, kelurahan, serta desa.
Bahkan perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di Pelalawan turut dilibatkan.
Sebanyak 60 perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan dan perkebunan turut serta dalam pencegahan dan penanggulangan bencana Karhutla.
Setiap perusahaan akan dibagi sesuai dengan wilayah masing-masing bersama instansi serta perangkat setempat.
"Hasil dari Rakor kemarin, ada pembagian rayonisasi perusahaan swasta dan instansi terkait di setiap kecamatan. Jadi ketika ada titik api, mereka harus terlibat penuh di wilayah masing-masing," katanya.
Patroli dan sosialisasi Karhutla diintensifkan di daerah yang rawan terjadi kebakaran selama ini. Seperti Kecamatan Teluk Meranti, Kuala Kampar, Ukui, Langgam, hingga Pangkalan Kerinci. (***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :