Curah Hujan Riau Tinggi, 563 Heaktaer Lahan Sawah di Pelalawan Terancam Gagal Panen
Sabtu, 23-11-2024 - 10:55:20 WIB
PANGKALANKERINCI -Riau12.com- Intensitas curah hujan yang kian tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan sejak tiga pekan terakhir sangat berpotensi menimbulkan banjir besar. Bahkan, sejak sepekan lalu, dua desa di Kecamatan Pangkalankerinci dan satu kelurahan di Kecamatan Langgam telah direndam air dengan ketinggian 20 sentimeter (cm) hingga 40 sentimeter.
Potensi banjir yang menjadi bencana tahunan Negeri Amanah ini akan memberikan pengaruh buruk terhadap menurunnya ekonomi masyarakat. Salah satunya akan berdampak terhadap ratusan hektare sawah padi warga terancam gagal panen atau puso dan petani mengalami kerugian besar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Pelalawan Budi Surlani SHut mengatakan, setidaknya ada sekitar 563 hektare lahan sawah padi di Pelalawan yang berpotensi gagal panen jika banjir kembali melanda. “Ya, kita khawatir potensi bencana banjir yang melanda Pelalawan akan mengancam sawah padi masyarakat gagal panen seperti pada awal tahun lalu,†terangnya.
Diungkapkan Budi Surlani, ratusan hektare sawah padi yang terancam gagal panen tersebut tersebar di lima desa dan satu kelurahan di empat kecamatan. Mayoritas, benih padi yang telah ditanam ini, berumur 5 bulan atau menggunakan sistem indeks pertanaman (IP) 200 atau penanaman padi dengan masa 6 bulan panen atau dua kali panen dalam setahun.
“Jadi, jika banjir besar tidak melanda, maka pada akhir Januari 2025 mendatang, kita akan menggelar panen raya padi di Pelalawan. Kita berharap potensi banjir akhir tahun ini tidak parah seperti awal tahun,†paparnya.
Dijelaskan Budi Sulani bahÂwa, lahan sawah padi yang terancam puso atau gaÂgal panen tersebut berada di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti dengan luasan 3 hektare.Kemudian di Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan seluas 51 hektare. Dan Desa Tanjung Kuyo, Kecamatan Pangkalan Lesung seluas 15 hektare.
“Kemudian Kecamatan Kuala Kampar sebagai lumbung padi di Kabupaten Pelalawan dengan luas total 494 hektare. Lahan tersebut tersebar di tiga desa. Yakni Desa Teluk Beringin seluas 60 hektare, Desa Sungai Upih 160 hektare, dan Desa Sungai Solok seluas 274 hektare,†ujarnya.
Mantan Kabid Planologi Hutan dan Kebun Dishutbun Pelalawan ini menambahkan, dengan adanya potensi banjir tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan berencana akan mengajukan permintaan bantuan bibit padi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang akan diteruskan kepada pemerintah pusat.â€Untuk itu, kita berharap cuaca segera membaik dan banjir tidak parah, agar para petani tidak gagal panen pada awal tahun 2025,†tuturnya.(***)
Sumber: Riaupos
Komentar Anda :